Para CEO Bahas Koneksi Kereta Api Cina-Indonesia  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tampak luar kereta api dengan bahan bakar gas saat uji coba di depan awak media di Balai Yasa Yogyakarta, 11 Oktober 2016. Konversi Liquefied Natural Gas (LNG) tersebut, bahan bakar lebih irit hampir 80 persen. TEMPO/Pius Erlangga

    Tampak luar kereta api dengan bahan bakar gas saat uji coba di depan awak media di Balai Yasa Yogyakarta, 11 Oktober 2016. Konversi Liquefied Natural Gas (LNG) tersebut, bahan bakar lebih irit hampir 80 persen. TEMPO/Pius Erlangga

    TEMPO.CO, Yogyakarta - Pertemuan para chief executive officer (CEO) kereta api negara-negara ASEAN di Yogyakarta pada 18-20 Oktober 2016 menyoroti konektivitas kereta api antarnegara.

    Baca:
    Hotman Paris Hadiahkan Lamborghini Demi Sayembara Jessica
    Yuni Shara Putus dari Bekas Suaminya, Ini Kata Wanda Hamidah
    Tolak Pleidoi Jessica, Jaksa: Pembunuhan Rapi dan Keji

    Direktur Logistik dan Pengembangan PT Kereta Api Indonesia (Persero) sekaligus ketua panitia penyelenggara, Budi Noviantoro, mengatakan salah satu konektivitas jalur kereta yang intensif dibahas adalah jalur yang menghubungkan Kunming (Cina)-Vietnam-Thailand-Malaysia kemudian masuk Indonesia.

    "Butuh blueprint yang jelas, maka perlu dibahas terus-menerus," ucap Budi di Yogyakarta, Selasa, 18 Oktober 2016. Pertemuan ke-38 ini diikuti 110 delegasi perusahaan kereta api dari tujuh negara, yaitu Indonesia, Malaysia, Thailand, Vietnam, Kamboja, Laos, dan Myanmar.

    Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Edy Sukmoro berujar, kebutuhan transportasi kereta api bagi masyarakat ASEAN sangat penting. Sebab, pangsa pasarnya mencapai 600 juta penduduk di negara-negara ASEAN.

    Menurut Edy, konektivitas antarnegara menjadi bagian yang tidak bisa dipungkiri kebutuhannya, apalagi menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). "Solusinya koneksi kereta api antarpulau," tuturnya.

    Ia mencontohkan, di negara maju, banyak gerbong kereta api yang masuk kapal feri untuk menyeberang laut. Cara itu menghubungkan satu pulau dengan pulau lain. Ini juga merupakan satu hal yang bisa menjadi solusi bagi konektivitas kereta api antarpulau di negara-negara ASEAN.

    Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Prasetyo Buditjahjono mengatakan konektivitas kereta api antarnegara di ASEAN akan menjadi daya dukung tersendiri bagi peningkatan ekonomi masyarakat, terutama di era MEA ini. "Ini salah satu cara menghadapi MEA," katanya.

    Adapun Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Kanjeng Gusti Pangeran Aryo Pakualam X menyatakan kereta api menjadi alat transportasi yang menjadi pilihan utama masyarakat. "Pertemuan antar-CEO  se-ASEAN menjadi hal penting bagi peningkatan layanan, jangkauan, dan kapasitas kereta api yang ada," ucapnya.

    MUH SYAIFULLAH 



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pedoman WHO Versus Kondisi di Indonesia untuk Syarat New Normal

    Pemerintah Indonesia dianggap belum memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan WHO dalam menjalankan new normal.