Harga Baru Gas Industri, Kadin: Pengusaha Butuh Kepastian

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Ketua Komite Tetap Kamar Dagang dan Industri Indonesia Bidang Industri Hulu dan Petrokimia Achmad Widjaja mengatakan pengusaha menunggu kepastian penerapan harga baru gas untuk industri. Dia menambahkan, para pengusaha menyambut baik upaya pemerintah menurunkan harga gas industri.

    "Para pemakai (gas) ini cuma butuh kepastian, berapa dolar pun kami terima," kata Achmad saat ditemui dalam sebuah diskusi di Hall Dewan Pers, Jakarta Pusat, Minggu, 9 Oktober 2016.

    Achmad melanjutkan, kepastian yang dibutuhkan adalah kapan rencana pemerintah memberikan harga gas untuk industri berada di bawah US$ 6 per MMBTU. Apakah akan berlaku sejak 1 Januari 2017, atau di kuartal berikutnya pada 2017. "Ini berhubungan dengan anggaran yang kami set."

    Achmad menuturkan pemerintah memiliki kekuasaan politik dalam menentukan harga gas untuk industri. Dia mengaku para pengusaha tidak akan mendikte pemerintah dengan meminta harga gas, berada di kisaran angka tertentu.

    Kemudian, Achmad berujar industri berjalan untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia, dan pemerintah yang bisa memberikan insentif-insentif untuk pertumbuhan ekonomi. "Posisi kami adalah menentukan di mana bisa beriringan dengan pemerintah," katanya.

    Bagi Achmad, saat ini yang diperlukan para pengusaha adalah penerapan kapan pemerintah memberlakukan harga gas baru untuk industri, atau pemerintah mengatakan siap mensubsidi harga gas untuk industri. "Kalau perlu disubsidi, subsidilah yang benar."

    Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu memerintah jajarannya bisa menurunkan harga gas untuk industri hingga berada di bawah US$ 6 per MMBTU. Kebijakan ini diambil untuk meningkatkan daya saing industri dalam negeri.

    DIKO OKTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.