Kumpulkan 1.460 Hewan Kurban, Ini Harapan BI pada Idul Adha  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara usai shalat ied menyerahkan sapi kurban miliknya di lingkungan Bank Indonesia, Senin, 12 September 2016. Tempo/Ghoida Rahmah

    Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara usai shalat ied menyerahkan sapi kurban miliknya di lingkungan Bank Indonesia, Senin, 12 September 2016. Tempo/Ghoida Rahmah

    TEMPO.COJakarta - Bank Indonesia dan kantor perwakilannya di seluruh Indonesia mencatat total hewan kurban yang terkumpul pada Idul Adha 1437 Hijriah tahun ini berjumlah 1.460 ekor, yang terdiri atas 1.195 ekor kambing dan 265 ekor sapi. 

    "Kami mengkoordinasi hewan kurban dari keluarga Bank Indonesia dan masyarakat sekitar ini terkumpul, baik di kantor pusat maupun daerah," ujar Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara di kompleks Bank Indonesia, Thamrin, Jakarta, Senin, 12 September 2016. 

    Mirza menuturkan lembaganya berharap perayaan hari raya ini dapat mencerminkan semangat kebersamaan dan kepedulian dari masyarakat Bank Indonesia dan juga masyarakat Indonesia secara keseluruhan. Dengan demikian, manfaat dari kurban itu dapat dirasakan untuk kemaslahatan umat, khususnya fakir miskin di Tanah Air. "Semoga Indonesia semakin sejahtera, semakin solid, dan semakin toleransi antar-umat beragama," katanya. 

    Dalam kesempatan ini, Mirza juga secara langsung menyerahkan seekor sapi kurban miliknya kepada panitia kurban Masjid Baitul Ikhsan, Bank Indonesia. Mirza mengurbankan seekor sapi berwarna cokelat berjenis limousine seberat 789 kilogram. 

    Adapun total hewan kurban yang dipotong di Masjid Baitul Ikhsan, BI, hari ini sebanyak lima ekor sapi dan 18 ekor kambing. Adapun sapi kurban milik Gubernur BI Agus D.W. Martowardojo baru akan diserahkan dan dipotong esok hari. 

    GHOIDA RAHMAH


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.