Investasi Industri Makanan & Minuman Capai Rp 50 Triliun

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi minuman bersoda. Sxc.hu

    Ilustrasi minuman bersoda. Sxc.hu

    TEMPO.CO, Jakarta - Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) memprediksi investasi industri makanan dan minuman (mamin) capai Rp50 triliun pada 2016.

    "Kami harapkan diatas Rp50 triliun. Kalau trennya di triwulan I harusnya bisa dan banyak minat investor uang masuk ke Indonesia," kata Ketua Gapmmi Adhi Lukman usai halal bi halal dengan Menteri Perindustrian Saleh Husin di Jakarta, Rabu (13 Juli 2016).

    Adhi menyampaikan, beberapa dari investor berminat masuk ke industri intermediate, termasuk memproduksi perasa dan pewarna makanan.

    Dengan demikian, industri hilir makanan dan minuman akan terbantu, karena berpotensi mengurangi impor perasa dan pewarna makanan, yang selama ini masih banyak diimpor.

    Menurut Adhi, tiga dari beberapa investor yang berminat tersebut merupakan anggota Gapmmi, sementara tiga lainnya merupakan investor asing yang berasal dari Korea, India, Jepang.

    "Dari Kepala BKPM (Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani ada beberapa perusahaan lagi yang serius investasi di Indonesia. Saya kira cukup positif tahun ini," ungkapnya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menimbun Kalori Kue Lebaran, seperti Nastar dan Kastengel

    Dua kue favorit masyarakat Indonesia saat lebaran adalah nastar dan kastangel. Waspada, dua kue itu punya tinggi kalori. Bagaimana kue-kue lain?