Analisis Laju 6 Emiten di Perdagangan Hari Ini

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pialang di Bursa Efek Indonesia, Senin (11/5). Otoritas bursa menggelar acara 'Investor Day' selama dua hari (11-12 Mei) untuk mempertemukan manajemen perusahaan tercatat (emiten) dengan pemegang saham, termasuk analis dan fund manager. Tempo/Panca S

    Pialang di Bursa Efek Indonesia, Senin (11/5). Otoritas bursa menggelar acara 'Investor Day' selama dua hari (11-12 Mei) untuk mempertemukan manajemen perusahaan tercatat (emiten) dengan pemegang saham, termasuk analis dan fund manager. Tempo/Panca S

    PO.CO, Jakarta - Waterfront  Securities Indonesia mengemukakan aksi sejumlah emiten menjadi perhatian pasar pada perdagangan hari ini, Selasa, 12 Juli 2016.

    Octavianus Marbun, Analis PT Waterfront Securities Indonesia dalam risetnya yang diterima hari ini, Selasa, 12 Juli 2016, mengemukakan aksi sejumlah emiten tersebut adalah:

    1. KBLV Dapat Fasilitas Kredit US$ 60 Juta

    PT First Media Tbk (KBLV) mendapatkan fasilitas kredit sindikasi dari beberapa institusi finansial dimana penandatanganan fasilitas dilakukan pada 1 Juli 2016. Institusi finansial tersebut adalah Credit Suisse AG, Singapore Branch, dan PT Bank BNP Paribas Indonesia. Nilai fasilitas kredit seluruhnya mencapai US$ 60 juta.

    Tujuan penggunaan fasilitas kredit tersebut untuk dana cadangan ke dalam Debt Service Reserve Account dan modal kerja perseroan. Jangka waktu pinjaman adalah 48 bulan sejak tanggal penggunaan dana pinjaman. Perseroan menjaminkan seluruh sahamnya di salah satu anak perusahaan guna menjamin pembayaran kembali fasilitas kredit.

    2. Pada Juni, Biaya Eksplorasi INCO US$ 377.487,57

    PT Vale Indonesia Tbk (INCO) menghabiskan biaya sebesar USD 377.487,57 untuk eksplorasi pada Juni 2016. Daerah eksplorasi difokuskan pada daerah -daerah dalam kontrak karya seperti blok Soroako, blok Bahodopi dan blok Pomalaa yang semuanya di Sulawesi. Eksplorasi memakai metode pengeboran core drilling HQ-3 untuk program spasi 25 m di Bukit Konde Central dan Bukit Ferrary dan pengukuran Lintasan ERT Geofisika di Bukit Keiko dan di blok Soroako. Eksplorasi dilakukan oleh INCO bersama dengan pihak ketiga yang melibatkan 3 kontraktor.

    3. BTPN Lunasi Obligasi Rp 458,7 Miliar

    PT Bank BTPN Tbk. (BTPN) melakukan pembayaran pokok dan bunga obligasi II berkelanjutan tahap I tahun 2013. Untuk obligasi II berkelanjutan tahap I tahun 2013 seri A perseroan membayar pokok dan bunga Rp458.718.750.000 karena obligasi ini jatuh tempo pada 4 Juli 2016 dimana pokok obligasi Rp450 miliar. Sedangkan untuk obligasi II berkelanjutan tahap I tahun 2013 seri B perseroan hanya membayar bunga yakni Rp7,22 miliar dimana pokok obligasi seri B ini sebesar Rp350miliar dan baru jatuh tempo pada 4 Juli 2018. Fitch Ratings memberikan peringkat AAA (idn) untuk obligasi ini.

    4. NRCA Sudah Gunakan Dana IPO Sebanyak 96,97 Persen

    PT Nusa Raya Cipta Tbk. (NRCA) sudah menggunakan dana hasil penawaran umum perdana (IPO) saham sebanyak 96,97 persen. Perseroan sudah menggunakan dana hasil penawaran IPO sebanyak Rp 241,98 miliar. Adapun, dana keseluruhan hasil IPO sebanyak Rp 249,55 miliar, setelah dikurangi biaya penawaran umum. Perseroan menggunakan dana hasil IPO sesuai dengan rencana. Sebesar Rp 49,91 miliar untuk modal kerja Ciputra World II, senilai Rp 24,95 miliar untuk modal kerja Parahyangan Residence, dan sekitar Rp 112,30 miliar untuk modal kerja Tol Cikampek-Palimanan. Perseroan baru menggunakan sekitar Rp 54,81 miliar untuk modal kerja dari rencana sebesar Rp 62,39 miliar.

    5. JSMR Lunasi Obligasi Senilai Rp 1 Triliun

    PT Jasa Marga Tbk. (JSMR) telah menyiapkan dana pembayaran kupon bunga ke-40 dan pokok obligasi Jasa Marga XII seri Q tahun 2006. Dana pembayaran bunga sudah ditransfer ke agen pembayaran, yakni KSEI paling lambat 1 Juli 2016 lalu. Adapun nilai kupon bunga ke-40 yang akan dibayarkan sebesar Rp 33,75 miliar sedangkan nilai pokok obligasi seri Q yang jatuh tempo sebesar Rp 1 triliun.

    6. MPPA Targetkan Bukukan Laba pada Semester I/2016

    PT Matahari Putra Prima Tbk. (MPPA), pengelola ritel Hypermart optimistis akan membukukan laba pada semester I tahun ini setelah sempat membukukan kerugian sepanjang triwulan I. Perseroan tetap mempertahankan harga sesuai kondisi normal meski pada Lebaran terjadi pola harga yang meningkat.

    Sepanjang Lebaran, MPPA memproyeksikan pertumbuhan penjualan sekitar 10-15 persen. Berdasarkan laporan keuangan kuartal I 2016, MPPA mencatatkan rugi periode berjalan senilai Rp 123,07 miliar, berbeda dengan periode yang tahun sebelumnya tercatat meraih laba senilai Rp 81,58 miliar. Adapun penyebab pencatatan rugi tersebut karena peningkatan beban penjualan dan beban umum administrasi. 

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    New Normal, Cara Baru dalam Bekerja demi Menghindari Covid-19

    Pemerintah menerbitkan panduan menerapkan new normal dalam bekerja demi keberlangsungan dunia usaha. Perlu juga menerapkan sejumlah perlilaku sehat.