H+3 Lebaran, Volume Kendaraan Arus Balik Turun 5 Persen  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kendaraan pemudik mengantre di gerbang tol Cipali, Palimanan Cirebon, Jawa Barat, 9 Juli 2016. Mendekati berakhirnya musim libur Lebaran para pemudik mulai memadati arus balik yang diprediksi pada H+3 dan H+4 Lebaran. ANTARA FOTO/Dedhez Anggara

    Kendaraan pemudik mengantre di gerbang tol Cipali, Palimanan Cirebon, Jawa Barat, 9 Juli 2016. Mendekati berakhirnya musim libur Lebaran para pemudik mulai memadati arus balik yang diprediksi pada H+3 dan H+4 Lebaran. ANTARA FOTO/Dedhez Anggara

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Direktur Utama PT Lintas Marga Sedaya (LMS) Hudaya Arryanto mengatakan volume kendaraan yang melintas jalan tol Cipali dari arah Cirebon ke Jakarta melalui gerbang jalan tol Palimanan menurun setelah puncak arus balik terjadi. Penurunan volume mencapai 5 persen.

    Hudaya mengatakan puncak arus balik terjadi pada Sabtu, 9 Juli 2016. Jumlah kendaraan yang melintas di jalan tol Cipali dari arah Cirebon ke Jakarta melalui gerbang jalan tol Palimanan hari itu mencapai 61.080 kendaraan. Sedangkan pada Ahad, 10 Juli 2016, jumlahnya berkurang menjadi 58.010 kendaraan.

    “Walau menurun, volume kendaraan di H+3 masih tergolong tinggi,” kata Hudaya dalam keterangan tertulis pada Senin, 11 Juli 2016. Meski begitu, menurut Hudaya, arus kedatangan kendaraan di gerbang jalan tol Palimanan relatif merata setiap jamnya.

    Hudaya menambahkan, transaksi di gerbang jalan tol dapat berjalan optimal dan tidak ada antrean yang signifikan. Kelancaran tersebut didukung oleh kesigapan petugas di gerbang jalan tol serta partisipasi pengendara untuk mempersiapkan kartu tol, pembayaran baik secara tunai, e-payment maupun dengan voucher tol.

    Hudaya mengapresiasi para pemudik yang telah mengatur waktu perjalanan baliknya dalam tiga hari terakhir. “Kami mengimbau masyarakat yang belum melakukan perjalanan balik untuk terus mengatur waktu perjalanannya. ”Pemudik dapat memantau lalu lintas di rute yang akan dilaluinya agar terhindar dari kemacetan.

    Hudaya mengatakan pihaknya juga telah mempersiapkan langkah antisipasi kepadatan lalu lintas. Sebanyak 21 gardu jalan tol di gerbang jalan tol Palimanan difungsikan maksimal dengan menyisakan lima gardu arah Cirebon. “Pengaturan gardu tersebut bersifat fleksibel disesuaikan dengan kepadatan lalu lintas dari masing-masing arah,” katanya.

    LMS juga berkoordinasi dengan kepolisian mengatur arus lalu lintas masuk jalan tol Cipali. “Jika GT Palimanan padat, arus diarahkan keluar di GT Plumbon.”

    Gerbang jalan tol Plumbon terletak satu gerbang sebelum GT Palimanan, di ruas jalan tol Palikanci. Pemudik akan diarahkan melalui jalan arteri Cirebon-Palimanan-Bandung dan dapat masuk jalan tol Cipali kembali di GT Sumberjaya.

    Untuk mempercepat transaksi di gerbang jalan tol, masyarakat diimbau untuk menyiapkan kartu tol dan uang pas sebelum memasuki gerbang jalan tol. Mulai hari ini, 11 Juli 2016, program voucher prabayar, program pembulatan tarif, dan program diskon 20 persen penggunaan e-payment telah berakhir. Namun, petugas jemput kendaraan masih akan tetap melayani para pengendara untuk penukaran uang kecil agar transaksi di gerbang jalan tol dapat lebih cepat.

    VINDRY FLORENTIN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.