Tahun Infrastruktur Wisata, Jateng Ajukan Tambah Kapal Pelni

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapal pesiar Sun Princess yang bersandar di pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, 27 Desember 2015. Budi Purwanto

    Kapal pesiar Sun Princess yang bersandar di pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, 27 Desember 2015. Budi Purwanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berencana mengajukan penambahan jumlah kapal milik PT Pelni untuk melayani rute penyeberangan Semarang-Karimunjawa sebagai bagian pencanangan Tahun Infrastruktur Pariwisata 2016.

    "Kalau memang bahasanya atau permintaannya seperti itu dan harus diajukan, ya kami ajukan," kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Semarang, Kamis (5 Mei 2016).

    Ganjar mengatakan akan mengoptimalkan armada yang ada saat ini.

    Kapal penyeberangan PT Pelni yang dioperasikan melalui Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dengan rute Semarang-Karimunjawa hanya tiga unit.

    Selain ke Karimunjawa, tiga unit kapal ini digunakan untuk melayani beberapa rute penyeberangan di antaranya ke Pontianak, Sampit, Kumai, dan Banjarmasin.

    Padahal, jumlah wisatawan ke Karimunjawa yang melakukan perjalanan dengan kapal Pelni terus meningkat.

    "(Jumlah kapal) yang ada sekarang akan kami optimalkan untuk melayani para wisatawan dari Semarang ke Karimunjawa," ujarnya.

    Sebelumnya, Kepala PT Pelni Cabang Semarang Zamroni yang mengatakan, kapal untuk penyeberangan Semarang-Karimunjawa bisa ditambah asalkan ada permintaan dari pemerintah daerah setempat.

    Permintaan penambahan diajukan ke Kementerian Perhubungan karena PT Pelni hanya bertindak sebagai penyelenggara jasa pelayaran.

    Sebelumnya, Gubernur Jateng mencanangkan Tahun Infrastruktur Pariwisata pada 2016 dengan tujuan menggerakkan perekonomian masyarakat melalui berbagai sektor pariwisata.

    Jateng dinilai memiliki banyak potensi wisata yang dapat mengangkat pendapatan asli daerah, hanya saja sarana dan prasarananya kurang memadai.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.