Selama Januari-Maret, 20 Persen Turis Asal Eropa ke Bali

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah perahu beradu cepat saat lomba balap perahu jukung dalam rangka Sanur Village Festival 2015 di Pantai Sanur, Denpasar, Bali, 26 Agustus 2015. Sanur Village Festival 2015 yang merupakan acara tahunan sebagai upaya meningkatkan pariwisata di kawasan tersebut. TEMPO/Johannes P. Christo

    Sejumlah perahu beradu cepat saat lomba balap perahu jukung dalam rangka Sanur Village Festival 2015 di Pantai Sanur, Denpasar, Bali, 26 Agustus 2015. Sanur Village Festival 2015 yang merupakan acara tahunan sebagai upaya meningkatkan pariwisata di kawasan tersebut. TEMPO/Johannes P. Christo

    TEMPO.COJakarta - Selama Januari-Maret 2016, jumlah kunjungan wisatawan asing yang datang ke Bali sekitar satu juta orang. Dari jumlah itu, sebanyak 20 persen atau 218.497 orang berasal dari Eropa.

    "Bertambah ramai pelancong asal Eropa tersebut berkat promosi pariwisata yang dilancarkan pemerintah bersama pelaku pariwisata, termasuk mengirim misi kesenian ke Eropa secara berkelanjutan," kata pengamat pariwisata Bali, Drs Made Sudana, di Denpasar, Kamis, 28 April 2016.

    Data Dinas Pariwisata Bali mencatat pelancong asal Inggris yang berlibur ke Pulau Dewata naik hingga 56,41 persen. Kenaikan tersebut sangat signifikan dibandingkan dengan turis asal negara lain. 

    Dalam daftar kunjungan turis asing ke Bali itu disebutkan, pelancong asal Inggris yang datang langsung ke Bali selama Januari-Maret lalu sebanyak 45.915 orang. Sedangkan periode sama tahun lalu tercatat 29.355 orang.

    Made Sudana menambahkan, warga Jerman juga tidak kalah ramai mengunjungi Bali sebanyak 26.972 orang selama kuartal I atau bertambah 44 persen dari periode sama 2015. Menyusul wisatawan dari Prancis sebanyak 26.454 orang dan Belanda 18.398 orang atau bertambah 2,09 persen dari periode Januari-Maret tahun lalu sebesar 18.022 orang.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.