Harga Emas Stabil di Tengah Kenaikan Dolar AS

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perhiasan emas. ANTARA/Adeng Bustomi

    Perhiasan emas. ANTARA/Adeng Bustomi

    TEMPO.CO, Jakarta - Emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange berakhir relatif stabil pada Rabu (Kamis pagi WIB, 21 April 2016), karena penguatan dolar AS menahan laju kenaikan logam mulia.

    Kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman Juni, naik tipis 0,1 dolar AS atau 0,01 persen, menjadi menetap di 1.254,40 dolar AS per ounce, lapor Xinhua.

    Dolar AS berbalik menguat atau "rebound" pada Rabu, menambah tekanan terhadap emas yang telah naik beruntun baru-baru ini. Indeks dolar AS, yang mengukur dolar terhadap sekeranjang mata uang utama, naik 0,3 persen menjadi 94,50 pada pukul 17.30 GMT.

    Dolar yang lebih kuat akan mengurangi daya tarik emas yang dihargakan dalam greenback, karena akan menjadi lebih mahal bagi investor yang memegang mata uang lainnya.

    Sementara itu, data ekonomi AS yang lebih baik dari perkiraan menambahkan beberapa tekanan terhadap emas, yang dianggap sebagai aset "safe haven".

    Total penjualan "existing-home" AS naik 5,1 persen ke tingkat tahunan yang disesuaikan secara musiman 5,33 juta unit pada Maret dari angka direvisi turun 5,070 juta unit pada Februari, menurut National Association of Realtors, Rabu.

    "Existing-home" adalah indikator ekonomi yang menunjukkan jumlah rumah yang sebelumnya telah dimiliki atau rumah yang sudah dibangun sebelumnya selama satu bulan atau dikenal juga dengan home resales atau rumah bekas.

    Namun, tingkat penjualan "existing-home" secara tahun ke tahun lebih buruk dari yang diperkirakan, hanya naik 1,5 persen, kata para analis.

    Para pedagang sedang menunggu untuk rilis laporan klaim pengangguran mingguan dan survei prospek bisnis Federal Reserve Philadelphia, yang keduanya akan keluar pada Kamis.

    Federal Reserve, bank sentral AS, juga akan memantau laporan ini dengan hati-hati untuk petunjuk tentang kapan The Fed akan menaikkan suku bunga acuannya.

    Pedagang percaya bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga acuan dari 0,50 persen ke 0,75 persen selama pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), panel pengambilan keputusan The Fed pada Juli.

    Menurut alat Fedwatch CMEGroup ini, probabilitas tersirat saat ini untuk kenaikan suku bunga dari 0,50 persen ke 0,75 persen mencapai 22 persen pada pertemuan Juni 2016, dan 38 persen pada pertemuan Juli 2016.

    Perak untuk pengiriman Mei naik 16,3 sen atau 0,96 persen, menjadi ditutup pada 17,135 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli menambahkan 12,4 dolar AS atau 1,22 persen, menjadi ditutup pada 1.028,10 dolar AS per ounce.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.