Ini Alasan Presiden Jokowi Kunjungi Empat Negara Eropa  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi menunggu kedatangan Anggota dan Ketua BPK, Harry Azhar Azis, di Istana Merdeka, Jakarta, 14 April 2016. TEMPO/Subekti

    Presiden Jokowi menunggu kedatangan Anggota dan Ketua BPK, Harry Azhar Azis, di Istana Merdeka, Jakarta, 14 April 2016. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo dijadwalkan mengunjungi empat negara di Eropa pada pekan depan. Empat negara itu adalah Jerman, Inggris, Belgia, dan Belanda.

    Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Franky Sibarani menyatakan Jerman menempati peringkat ketiga dalam hal investasi ke luar negeri.

    "Jerman adalah negara yang aktif berinvestasi ke luar Jerman," ucap Franky di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat, 15 April 2016. Menurut dia, nilai output investment Jerman mencapai US$ 303 miliar sepanjang enam tahun terakhir.

    Tak beda dengan Jerman, Inggris berada di peringkat keempat di dunia dalam hal investasi ke luar negeri. Sedangkan Belanda, ujar Franky, sudah mengeluarkan investasi sebesar US$ 100 miliar. "Ini akan menjadi gambaran penting bagi investor bahwa Indonesia banyak mengalami perubahan."

    Baca Juga: DPR: Jokowi Pastikan Target Dana Parkir yang Dipulangkan

    Sedangkan kunjungan ke Belgia merupakan tindak lanjut dari kedatangan Putri Belgia ke Indonesia beberapa waktu lalu.

    Wakil Menteri Luar Negeri A.M. Fachir menuturkan setiap kunjungan Presiden Jokowi mempunyai tema yang jelas. Dua tujuan lawatan nanti ialah memperkokoh kemitraan dengan Uni Eropa serta menunjukkan Indonesia yang terbuka dan kompetitif. "Pertama kali bagi Presiden akan bertemu dengan tiga kepala, yaitu komisi Eropa, dewan Eropa, dan parlemen," kata Fachir.

    Kunjungan ke Eropa dilakukan pada 17-23 April 2016. Kerja sama ekonomi di sektor perdagangan tidak akan jauh dari misi utama pemerintah. Selain itu, pemerintah akan menyampaikan proses deregulasi dan pembangunan infrastruktur yang sedang giat dikerjakan. Tak ketinggalan, sektor maritim dan pengembangan energi terbarukan akan menjadi pembahasan dalam pertemuan bilateral.

    ADITYA BUDIMAN



     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.