Menteri Pertanian: Bulog Jadi Stabilisator Harga Pangan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman bersama Direktur Utama PT Sang Hyang Seri (Persero) Istochri Utomo (kanan), menjawab pertanyaan awak media seusai melakukan pertemuan tertutup dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla, di kantor Wakil Presiden, Jakarta, 2 Desember 2015. TEMPO/Imam Sukamto

    Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman bersama Direktur Utama PT Sang Hyang Seri (Persero) Istochri Utomo (kanan), menjawab pertanyaan awak media seusai melakukan pertemuan tertutup dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla, di kantor Wakil Presiden, Jakarta, 2 Desember 2015. TEMPO/Imam Sukamto

    TEMPO.COJakarta - Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyatakan peran Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) harus diperkuat dengan menjadikannya stabilisator harga komoditas pangan.

    Jadi, kata Amran, Perum bulog tidak lagi harus menyerahkan tugas stabilisasi harga pangan kepada kementerian terkait dengan membentuk lembaga khusus (ad hoc).

    "Bulog akan jadi stabilisator, sedangkan Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, dan Kementerian Perindustrian akan menjadi pendukung. Demi hal ini, semua ego sektoral mesti dihilangkan," ujar Amran di Gedung Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa, 12 April 2016.

    Dia melanjutkan, saat ini pemerintah fokus menyerap gabah demi meningkatkan harga yang saat ini menurun.

    Menurut Amran, penurunan harga gabah di tingkat petani bisa mencapai 20 persen.

    "Kasihan petani kalau harga gabah rendah. Seharusnya petani bisa untung dari gabah agar bisa terus berproduksi," tutur dia.

    Doktor Pertanian dari Universitas Hasanuddin tersebut menambahkan, penyerapan gabah pemerintah terus meningkat. Pada Senin, 11 April 2016, Amran mengatakan serapan gabah oleh Bulog mencapai 50 ribu ton.

    Bahkan pemerintah bisa menyerap 800 ribu ton gabah hanya dalam waktu sepuluh hari dengan harga yang menguntungkan petani. Jumlah itu, kata Menteri Amran, meningkat 400 persen dibanding tahun 2015.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.