Harga Minyak Naik Tipis Didorong Data Persediaan Migas AS  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas mengisi bahan bakar minyak pertamax racing ke dalam mobil usai peluncuran Pertamax Racing SPBU Outlet di SPBU Kuningan, Jakarta, Jumat (20/7). Harga jenis BBM tersebut Rp35 ribu rupiah per liter dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan perkembangan harga minyak dunia. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Petugas mengisi bahan bakar minyak pertamax racing ke dalam mobil usai peluncuran Pertamax Racing SPBU Outlet di SPBU Kuningan, Jakarta, Jumat (20/7). Harga jenis BBM tersebut Rp35 ribu rupiah per liter dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan perkembangan harga minyak dunia. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Harga minyak dunia naik tipis pada Rabu (Kamis pagi WIB, 31 Maret 2016), dipicu adanya data resmi yang menunjukkan peningkatan lebih kecil dari perkiraan dalam persediaan minyak mentah Amerika Serikat ketika para pedagang khawatir dengan kelebihan pasokan global.

    Departemen Energi Amerika (DoE) melaporkan kenaikan dalam stok minyak mentah komersial Amerika pekan lalu  2,3 juta barel. Penambahan persediaan itu lebih kecil daripada yang diperkirakan para analis, yakni sekitar 3 juta barel.

    "Itu tidak banyak , tapi masih menempatkan kita pada tingkat rekor minyak mentah lagi dan kami masih memiliki banyak cara daripada yang kita butuhkan," kata James Williams dari WTRG Economics.

    Patokan Amerika, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei naik tipis 4 sen menjadi ditutup pada US$ 38,32 per barel di New York Mercantile Exchange.

    Di London, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Mei, patokan global, berakhir pada US$ 39,26 barel, naik 12 sen dari penutupan Selasa.

    Harga minyak juga didukung melemahnya dolar Amerika setelah Ketua Federal Reserve Janet Yellen, pada Selasa, mengisyaratkan pendekatan hati-hati untuk kenaikan suku bunga. Hal ini membuat minyak mentah, yang dihargakan dalam mata uang itu, lebih murah bagi pemegang unit-unit saingannya.

    Jika harga minyak "Bergantung pada pelemahan dolar Amerika, itu tidak akan lebih tinggi," kata Bernard Aw, ahli strategi di IG Markets.

    "Dalam jangka waktu lebih panjang, hal itu masih menjadi permainan permintaan dan pasokan. Ini masih masalah kelebihan pasokan. Hanya ada begitu banyak dolar Amerika yang bisa melakukannya."

    Harga minyak turun lebih dari 60 persen sejak Juni 2014. Sebagian besar terjadi karena kelebihan pasokan dan pelambatan ekonomi, khususnya Tiongkok, konsumen energi terbesar di dunia.

    Produsen-produsen minyak utama, yang dipimpin oleh Rusia dan Arab Saudi, akan bertemu di Doha pada 17 April guna membahas langkah-langkah untuk menstabilkan harga, termasuk pembekuan produksi. Namun pasar minyak melihat ketidakmungkinan dari kesepakatan tersebut.

    "Pertemuan OPEC dan non-OPEC mendatang pada tanggal 17 tidak akan mencapai apa-apa," kata Williams, seperti dilaporkan AFP.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rencana dan Anggaran Pemindahan Ibu Kota, Ada Tiga Warga Asing

    Proyek pemindahan ibu kota negara ke Kalimantan Timur dieksekusi secara bertahap mulai 2020. Ada tiga warga asing, termasuk Tony Blair, yang terlibat.