Dolar Amerika Menguat Menyusul Serangan di Brussels

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mata uang asing. (Euro, dolar Hong Kong, dolar A.S., Yen Jepang, Pounsterling Inggris, dan Yuan Cina).  REUTERS/Jason Lee

    Ilustrasi mata uang asing. (Euro, dolar Hong Kong, dolar A.S., Yen Jepang, Pounsterling Inggris, dan Yuan Cina). REUTERS/Jason Lee

    TEMPO.CO, Jakarta - Kurs dolar Amerika Serikat menguat terhadap mata uang euro, sterling, dan franc pada Selasa atau Rabu pagi, 23 Maret 2016, WIB karena para investor menganalisis dampak ledakan di Brussels yang mengakibatkan puluhan orang tewas.

    Data resmi menunjukkan setidaknya 34 orang tewas dalam ledakan pada Selasa di bandara dan stasiun kereta bawah tanah di Brussels.

    Para pemimpin dunia mengecam keras serangan teroris tersebut. Mereka juga menyatakan berbelasungkawa. Mereka menyerukan upaya-upaya bersama memerangi terorisme global.

    Mata uang Eropa, termasuk euro, sterling, dan franc Swiss, melemah terhadap greenback menyusul serangan tersebut. Pound sterling tergelincir lebih dari 1,1 persen terhadap dolar Amerika selama sesi Selasa.

    Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,42 persen menjadi 95,691 pada akhir perdagangan.

    Pada akhir perdagangan di New York, euro jatuh ke 1,1212 dolar dari 1,1248 dolar pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi 1,4201 dolar dari 1,4396 dolar. Sedangkan dolar Australia naik ke 0,7615 dolar dari 0,7595 dolar.

    Dolar dibeli 112,41 yen Jepang, lebih tinggi dari 111,86 yen pada sesi sebelumnya. Dolar naik menjadi 0,9730 franc Swiss dari 0,9697 franc Swiss, dan turun tipis menjadi 1,3047 dolar Kanada dari 1,3067 dolar Kanada, seperti dilansir Xinhua.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.