Besok, Naik Taksi Blue Bird Gratis 24 Jam

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tempo/Nickmatulhuda

    Tempo/Nickmatulhuda

    TEMPO.COJakarta - Manajemen Blue Bird Group berencana memberikan layanan gratis kepada konsumen sebagai bentuk kompensasi terhadap penumpang yang terimbas demonstrasi sopir taksi hari ini. "Besok layanan gratis kepada konsumen di seluruh Jakarta," tutur Vice President Business Development Blue Bird Group Noni Sri Aryati Purnomo di kantornya, Selasa, 22 Maret 2016.

    Noni mengatakan layanan gratis ini untuk semua penumpang di Jakarta selama sehari pada Rabu, 23 Maret 2016. Semua penumpang tak perlu membayar argo taksi dan tak ada syarat khusus. Semua armada di Jakarta sengaja disiapkan untuk memberi layanan gratis. "Kami melihat pelanggan benar-benar terkena dampak (demonstrasi)," ujarnya.

    Baca juga: Demo Taksi Berlangsung Anarkistis, Netizen Mencemooh

    Karena itu, mereka tak ingin mengecewakan pelanggannya. Karena gratis, semua pengemudi Blue Bird dilarang menerima upah dari penumpang. Jika pengemudi kedapatan meminta bayaran kepada konsumen, Noni meminta penumpang melapor ke manajemen Blue Bird Group. Pihaknya tak segan memberi sanksi kepada sopir yang terbukti melanggar aturan. "Free di semua lokasi di Jakarta, asalkan jangan sampai Makassar saja," ujarnya sambil bercanda.

    Layanan gratis ini diberikan untuk menjamin kenyamanan penumpang. Ia menegaskan, perusahaan tak mempersoalkan pengeluaran untuk konsumen tersebut dengan alasan perusahaan telah ditunjang manajemen operasional yang baik.

    Foto: Tawuran Antar-Sopir Angkutan Umum Vs Angkutan Online

    Terkait dengan perbaikan layanan, kata Noni, manajemen Blue Bird juga berencana memperbaiki fitur pemesanan melalui aplikasi online. Dia mengklaim perusahaannya telah menerapkan pesanan secara online ini sejak 2011. Rencananya, fitur tersebut akan diperbarui dengan sistem pembayaran. Hal ini untuk menyetarakan kemampuan Blue Bird dengan perusahaan transportasi berbasis online.

    Hari ini ribuan pengemudi dari Paguyuban Pengemudi Angkutan Darat (PPAD) mendesak pemerintah memblokir aplikasi berbasis online, Grab dan Uber. Mereka memprotes pemerintah karena merasa dirugikan oleh kehadiran aplikasi transportasi tersebut.

    AVIT HIDAYAT


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Untung Buntung Status Lockdown akibat Wabah Virus Corona

    Presiden Joko Widodo berharap pemerintahannya memiliki visi dan kebijakan yang sama terkait Covid-19. Termasuk dampak lockdown pada sosial ekonomi.