Investasi China ke RI Ditargetkan Capai US$30 Miliar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala BKPM Franky Sibarani (kiri) berbincang dengan Deputi bid Pengendalian dan Pelaksanaan Penanaman Modal Azhar Lubis (kanan) sebelum memberikan keterangan kepada wartawan tentang target pertumbuhan investasi 2016 di Jakarta, 8 Januari 2016. ANTARA FOTO

    Kepala BKPM Franky Sibarani (kiri) berbincang dengan Deputi bid Pengendalian dan Pelaksanaan Penanaman Modal Azhar Lubis (kanan) sebelum memberikan keterangan kepada wartawan tentang target pertumbuhan investasi 2016 di Jakarta, 8 Januari 2016. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menargetkan komitmen investasi dari Cina pada 2016 mencapai US$ 30 miliar. "Pada 2017, targetnya dua kali lipat yaitu US$ 60 miliar," kata Kepala BKPM Franky Sibarani di Jakarta, Senin, 21 Maret 2016.

    Menurut dia, rasio investasi Cina yang tidak lebih dari 10 persen membuatnya memasang target komitmen investasi yang tinggi guna mendongkrak investasi dari Negeri Tirai Bambu itu. "Sambil dibenahi perusahaannya yang akan masuk ke Indonesia," katanya.

    Berdasarkan catatan BKPM, total komitmen investasi dari China yang diraih Indonesia sepanjang 2015 mencapai US$ 22,6 miliar  atau naik dari tahun sebelumnya sebesar US$15,7 miliar. Adapun nilai komitmen investasi dari Cina sepanjang Januari-Februari 2016 mencapai US$ 3,2 miliar.

    Franky menuturkan, berdasarkan data Financial Times, per Februari 2016, investasi Cina keluar negeri sepanjang 2010-2015 mencapai US$ 219,9 miliar. Sekitar US$ 23,2 miliar  investasi Cina itu masuk ke Indonesia (11%). "Indonesia sendiri menduduki peringkat kedua sebagai negara tujuan investasi Cina,  di bawah Amerika Serikat, kemudian disusul Rusia dan India," katanya.

    Ia menambahkan, menjadikan Cina sebagai salah satu negara prioritas investasi merupakan hasil pemetaan data yang dilakukan BKPM lantaran negara tersebut merupakan penyumbang investasi terbesar ke lima di dunia.  Di atas Cina, terdapat Amerika Serikat, Jepang, Jerman, dan Inggris yang juga masuk daftar negara prioritas investasi oleh BKPM.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.