Kementerian Ajak Penulis Promosi Konsumen Cerdas

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perdagangan, Thomas Trikasih Lembong memberikan keterangan pers usai mengadakan pertemuan antara Presiden Jokowi dan Global Head of Production H&M, Helena Helmersson (kiri) dan Duta Besar Swedia untuk Indonesia Johanna Brismar Skoog (tengah) untuk membahas mengenai perkembangan pelaku Industri Fashion Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, 24 Februari 2016. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Menteri Perdagangan, Thomas Trikasih Lembong memberikan keterangan pers usai mengadakan pertemuan antara Presiden Jokowi dan Global Head of Production H&M, Helena Helmersson (kiri) dan Duta Besar Swedia untuk Indonesia Johanna Brismar Skoog (tengah) untuk membahas mengenai perkembangan pelaku Industri Fashion Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, 24 Februari 2016. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Kementerian Perdagangan mengajak jurnalis, mahasiswa dan blogger untuk lomba menulis tentang konsumen cerdas.

    Tantangan ini ditujukan untuk menyebarluaskan gerakan perlindungan konsumen. Lomba dibuka hari ini (21 Maret 2016) sebagai rangkaian peringatan Hari Konsumen Nasional (Harkonas) yang akan diperingati pada 20 April 2016.

     

    Dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis, Senin (21 Maret 2016) Dirjen PKTN Widodo mengatakan lomba menulis ini dimaksudkan agar gerakan perlindungan konsumen semakin disadari masyarakat.

     

    "Gerakan perlindungan konsumen sebagai simbol bagi konsumen yang sadar hak dan kewajibannya serta cinta produk dalam negeri," ujar Widodo.

     

    Lomba tulis ini mengusung tema Gerakan Konsumen Cerdas, Mandiri dan Cinta Produk Dalam Negeri. Ada tiga topik tulisan yang dapat dipilih, yaitu Pentingnya menjadi konsumen cerdas dalam menghadapi MEA, mengapa konsumen cerdas Indonesia perlu memahami SNI, dan mencerdaskan konsumen Indonesia melalui penggunaan produk dalam negeri yang berkualitas.

     

    Setelah diberlakukannya Masyarakat Ekonomi ASEAN awal 2016, masyarakat perlu meningkatkan pengetahuan dan kesadaran agar menjadi konsumen cerdas.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.