Perkuat Ekspansi, Posindo Tunda Rencana IPO

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • PT Pos Indonesia

    PT Pos Indonesia

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Pos Indonesia (Persero) menunda rencana untuk melantai di bursa guna memperkuat sejumlah langkah ekspansi terlebuih dahulu.

    Direktur Surat dan Paket PT Pos Indonesia (Posindo) Agus F Handoyo mengatakan wacana untuk melantai di bursa masih ditunda. Agus menyebut ada sejumlah mekanisme internal yang sedang dikerjakan sebelum melakukan IPO.

    “Untuk IPO sementara belum, dulu memang pernah diwacanakan, saat ini kami melakukan reschedule,” ujar Agus, Senin (21 Maret 2016).

    Agus mengaku ingin mendorong Posindo dan sejumlah perusahaan jasa pos ekspres swasta untuk melakukan ekspansi ke luar negeri dalam era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Hal itu juga sesuai dengan instruksi dalam Sistem Logistik Nasional (Sislognas) pada 2012, Posindo ingin menjadi backbone industri pos dan jasa ekspres.

    EKSPANSI BISNIS

    Adapun sejumlah ekspansi bisnis yang akan dilakukan adalah mewujudkan bank tabungan Pos hasil kerjasama dengan Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

    “Tabungan Pos ini menghimpun dana masyarakat, kami juga masih membicarakan regulasinya dengan pemangku kebijakan terkait. Jadi ini masih dalam penggodokan, tetapi kami berharap tahun ini bisa terealisasikan,” kata Agus.

    Bisnis lainnya yang tengah diselenggarakan oleh Posindo adalah menyelenggarakan pengiriman surat ke 74.096 desa di seluruh Indonesia bersama Kementerian Daerah Tertinggal dan Transmigrasi juga Garuda Indonesia Cargo.

    “Sebenarnya tanpa kerjasama dengan Kementerian hal itu sudah menjadi tugas kami sebagai penyedia jasa ekspres untuk menjangkau pengiriman ke daerah terpencil sekalipun, dan itu seluruh Indonesia,” tuturnya.

    Posindo juga baru saja merealisasikan kerjasama dengan salah satu perusahaan pos ekspres swasta dari Malaysia yakni GD Express Carried Berhard.

    Agus menyebut, kerjasama tersebut mengakomodasi pengiriman paket dan surat dari Malaysia ke Indonesia oleh GD Express, sementara dari Indonesia ke Malaysia diakomodasi oleh Posindo.

    Saat ini Agus mengakui, Posindo sudah mengalami perkembangan bisnis sejak Februari 2015 sampai dengan Februari 2016 sebesar 20%.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.