Proyek Infrastruktur Akan Berdampak pada Industri Keramik

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Siswa sekolah berkebutuhan khusus menjemur kendi usai dilukis dalam rangka Pameran keramik di Museum Seni Rupa dan Keramik, Jakarta, 23 Oktober 2015. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Siswa sekolah berkebutuhan khusus menjemur kendi usai dilukis dalam rangka Pameran keramik di Museum Seni Rupa dan Keramik, Jakarta, 23 Oktober 2015. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Proyek infrastruktur yang digencarkan pada tahun ini diperkirakan akan berdampak pada sektor industri terkait, salah satunya industri keramik.

    Tahun ini, pasar keramik dan granit di Tanah Air diyakini bakal kembali menggeliat seiring gencarnya pelaksaan proyek pemerintah.

    Tahun 2015 lalu, industri keramik Indonesia menghadapi keterpurukan. Hampir seluruh pabrik keramik di Tanah Air menurunkan produksi keramik hingga separuhnya.

    “Tapi sekarang sudah mulai membaik karena banyak proyek pemerintah," ujar Vice President Director PT Asri Pancawarna, Hendrata Atmoko, dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis.com, Jumat (18 Maret 2016).

    Ia optimistis bahwa kondisi pasar keramik dan granit akan terus membaik dengan melihat kebijakan pemerintah dalam pembangunan infrastruktur dan properti pada tahun ini.

    Menurut Hendrata, pada 2015, kapasitas produksi keramik mencapai 350 juta m2 per tahun dengan rata-rata 30 juta m2 per bulan.

    Selain itu, ada 40% pabrik keramik yang menurunkan produksinya tahun lalu.

    Total volume penjualan granit tahun 2015 mencapai 5 juta meter persegi (m²).

    Dari total jumlah tersebut, 30%-40% adalah produk impor dari China.

    Persaingan perjualan keramik dan granit juga semakai meningkat di era pasar terbuka Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

    Agar bisa bersaing di era MEA, PT Asri Pancawarna, produsen granit tile merek Indogress dan Decogress ini mengeluarkan beberapa desain produk baru yang mengusung konsep vintage atau desain lawas.

    “Meski market melesu di tahun lalu, namun kami tetap melakukan penetrasi. Antara lain, dengan menghadirkan inovasi berupa produk tile batik seri Etnika. Desain tersebut kami ambil dari karya pengrajin batik tulis Nyonya Indo,” kata Andrea Petrina Lukas, Sales & Marketing Director PT Asri Pancawarna.

    Granit berdesain batik ini berhasil menembus pasar Asia seperti Taiwan, Malaysia dan Timor Leste.

    Saat ini granit yang masuk ke dalam seri Etnika ini telah diproduksi secara massal.

    “Produk ini merupakan salah satu unggulan merk kami untuk membawa nama Indonesia ke pasar Asean dan dunia,'' papar  Andrea.

    Jumlah kapasitas produksi keramik di Indonesia mencapai 350 juta meter persegi setiap tahunnya.

    “Sementara, kapasitas produksi Asri Pancawarna mencapai 700 ribu hingga 800 ribu tiap bulannya, atau 8,4 juta hingga 9,6 juta meter persegi tiap tahunnya,” terang Andrea.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Polemik Aturan Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja

    Perubahan aturan ketenagakerjaan menurut pemerintah harus dilakukan agar mengundang investasi.