Pameran Matta Fair, Paket Wisata Indonesia Diminati  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah wisatawan menikmati pemandangan dengan bersepeda mengelilingi pulau Gili Trawangan, Lombok, Nusa Tenggara Barat (6/12). Sepeda-sepeda ini disewakan oleh warga dengan tarif yang cukup terjangkau. TEMPO/Charisma Adristy

    Sejumlah wisatawan menikmati pemandangan dengan bersepeda mengelilingi pulau Gili Trawangan, Lombok, Nusa Tenggara Barat (6/12). Sepeda-sepeda ini disewakan oleh warga dengan tarif yang cukup terjangkau. TEMPO/Charisma Adristy

    TEMPO.COJakarta - Aneka paket wisata dari sejumlah destinasi di Tanah Air yang ditawarkan dalam ajang pameran pariwisata "Matta Fair" di Kuala Lumpur, Malaysia, mendapat respons positif dari para pengunjung, khususnya warga setempat, yang bertransaksi langsung selama pameran tersebut.

    "Bisa dikatakan paket wisata dari sejumlah destinasi di Tanah Air makin diminati warga Malaysia," kata Kepala Bidang Pameran Asia Tenggara Kementerian Pariwisata Masruroh di sela-sela penutupan "Matta Fair" di Kuala Lumpur, Minggu malam, 13 Maret 2016.

    Menurut Masruroh, stan Indonesia dalam pameran yang berlangsung selama tiga hari tersebut (11-13 Maret) meraih transaksi langsung sekitar 3.088.800 ringgit atau setara Rp 9,88 miliar. 

    Menurut dia, perolehan transaksi diperkirakan lebih besar lagi karena masih terdapat sejumlah potensi transaksi yang belum terealisasi, termasuk transaksi untuk hotel dan resort.

    Selain itu, kata Masruroh, sejumlah transaksi dari para agen perjalanan wisata Malaysia yang tidak tergabung dalam stan Indonesia juga tidak tercatat.

    Masruroh mengatakan, dalam tiga hari pameran itu, paket wisata yang ditawarkan langsung oleh para agen dari Malaysia mendapat respons positif dari pengunjung. Paket yang diminati mulai 1.000 ringgit hingga di atas 2.000 ringgit.

    Dari paket yang ditawarkan tersebut, sejumlah destinasi, seperti Bali, Lombok, Bandung, dan Jakarta terbilang cukup diminati. "Khusus Lombok, merupakan destinasi yang paling laris manis," katanya.

    Dalam pameran tersebut juga terdapat permintaan untuk destinasi baru, seperti Raja Ampat, Pulau Komodo, dan lainnya.

    Untuk paket-paket ke Yogyakarta; Medan, Sumatera Utara; dan sejumlah destinasi lainnya juga tercatat meraih transaksi dalam pameran ini.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.