Car Free Day Mataram, PKL Diimbau Gunakan Pakaian Adat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang seniman melakukan atraksi salto saat memainkan kesenian Reog Pronorogo di saat Car Free Day kawasan jalan Thamrin, Jakarta, 13 Maret 2016. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Seorang seniman melakukan atraksi salto saat memainkan kesenian Reog Pronorogo di saat Car Free Day kawasan jalan Thamrin, Jakarta, 13 Maret 2016. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.COJakarta - Ratusan pedagang kaki lima (PKL) menggunakan pakaian adat lokal dalam kegiatan car free day di Jalan Udayana, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat.

    "Penggunaan pakaian adat lokal, yakni adat Sasak, ini merupakan langkah awal kita melakukan penataan PKL car free day (CFD) setiap Minggu," kata Kepala Dinas Pertamanan Kota Mataram H.M. Kemal Islam di Mataram, Minggu, 13 Maret 2016.

    Ia mengatakan penggunaan pakaian adat lokal bagi PKL CFD ini masih dalam bentuk imbauan, terutama bagi para pedagang kuliner. "Pedagang berbagai jenis kuliner makanan khas dari berbagai daerah di Indonesia ini memang hanya menggunakan sapuk atau ikat kepala yang merupakan ciri khas warga Sasak. Untuk pakaiannya akan kita arahkan secara bertahap," ujarnya.

    Penggunaan pakaian adat lokal itu bertujuan, selain sebagai implementasi visi Kota Mataram yang maju, religius, dan berbudaya, sekaligus sebagai ajang promosi pariwisata. Apalagi Jalan Udayana akan dijadikan ikon kota, sehingga berbagai penataan harus terus ditingkatkan, termasuk kerapian dan kebersihan pedagang.

    "Dengan menggunakan pakaian adat lokal, pedagang akan terlihat rapi. Pengunjung juga bisa membedakan mana pedagang dan mana pembeli," tuturnya.

    Dia mengatakan, sejauh ini jumlah PKL yang berjualan saat CFD setiap hari Minggu mulai pukul 06.00 hingga 09.00 Wita sekitar 700 pedagang, yang didominasi pedagang kuliner. Kuliner yang dijajakan saat CFD berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Sebab, Mataram merupakan kota yang heterogen sehingga menu-menu andalan dari Sabang sampai Merauke tersedia saat CFD.

    Dalam melakukan penataan PKL Udayana, Dinas Pertamanan bekerja sama dengan Asosiasi Pedagang Kaki Lima (APKLI) Kota Mataram.

    Adapun, Kemal melanjutkan, untuk menjamin keamanan dan penataan PKL saat kegiatan CFD, pihaknya akan membuat posko satuan tugas pertamanan di kawasaan Taman Bumi Gora Udayana. "Posko ini sebagai salah satu upaya antisipasi berbagai kejadian-kejadian insidental sehingga cepat tertangani. Sebab, kantor kita berada di ujung timur kota," ucapnya.

    Posko ini, kata dia, nantinya juga akan menjadi tempat transit mobil tangki air untuk kebutuhan pemeliharaan taman dan mobil sky lift untuk pemotongan ranting pohon dan perbaikan lampu penerang jalan umum. "Prinsipnya, keberadaan posko satgas pertamanan dimaksudkan untuk memberikan respons cepat atas masalah masyarakat dalam bidang pertamanan, termasuk PKL CFD," ujarnya.

    ANTARA


  • PKL
  •  

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kobe Bryant Sang Black Mamba: Saya Tak Ingin Jadi Michael Jordan

    Pemain bola basket Kobe Bryant meninggal pada 26 Januari 2020, dalam kecelakaan helikopter di dekat Calabasas, California. Selamat jalan Black Mamba!