UOB Group Kucurkan Dana US$30Ribu kepada 30 Pebisnis Pemula

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama Bank UOB Buana Armand B. Arief (tengah) seuasi Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Jakarta (15/4). TEMPO/Panca Syurkani

    Direktur Utama Bank UOB Buana Armand B. Arief (tengah) seuasi Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) di Jakarta (15/4). TEMPO/Panca Syurkani

    TEMPO.CO, Jakarta - Bank UOB menyatakan akan memberi dana masing-masing 30.000 dolar Amerika Serikat kepada 30 perusahaan pemula (start-up) sebagai modal awal kerja mereka.

     

    Pernyataan Bank UOB, di Jakarta, Senin (29 Februari 2016), menyatakan, pemberian modal kerja akan disalurkan melalui The FinLab, satu perusahaan patungan antara UOB dengan Infocomm Investments Pte Ltd (IIPL).

     

    Masing-masing perusahaan pemula juga akan menerima bantuan senilai 400.000 dolar Amerika Serikat dalam bentuk perangkat lunak yang disponsori para mitra The FinLab serta dana untuk biaya ruangan kerja setara 7.000 dolar Amerika Serikat.

     

    Setiap pemula, kata pernyataan itu, disarankan membangun produk yang telah melakukan studi kelayakan sebagai solusi finansial dalam hal pembayaran, manajemen kesejahteraan, manajemen layanan pelangan, analisa data, solusi mobilitias dan masuk dalam kategori perbankan sebagai Usaha Kecil Menengah.

     

    Setiap perusahaan pemula yang ikut serta akan mendapatkan pelatihan secara eksklusif oleh para pakar di bidang industri keuangan dan para pengusaha sukses.  

     

    Mereka juga akan difasilitasi untuk mempresentasikan ide-ide mereka melalui serangkaian pertemuan dengan calon-calon investor yang potensial.

     

    Lebih dari 500 perusahaan pemula di bidang FinTech dari berbagai negara di Asia (Singapura, Indonesia, Malaysia, Hong Kong dan Thailand) diharapkan mendaftar melalui program ini.

     

    ANTARA

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.