OJK Menilai Harus Punya Bank Syariah Skala Besar, Alasannya?

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Rahmat Walujanto (kiri) menerima cenderamata dari Dirut BRI Asmawi Syam (kanan) dalam Seminar UMKM dari Rakyat untuk Rakyat di Jakarta, 25 Januari 2016. ANTARA FOTO

    Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Rahmat Walujanto (kiri) menerima cenderamata dari Dirut BRI Asmawi Syam (kanan) dalam Seminar UMKM dari Rakyat untuk Rakyat di Jakarta, 25 Januari 2016. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai Indonesia harus memiliki bank syariah berskala besar agar dapat menampung dana-dana berjumlah besar untuk dimaanfaatkan dalam mendorong pembiayaan dan pertumbuhan ekonomi.

    "Harus ada bank syariah besar, ya bank BUMN. Kalau bank masih kecil, susah terima dana yang besar-besar," kata Kepala Departemen Perbankan Syariah OJK Ahmad Buchori pada jumpa pers di Jakarta, Kamis, 25 Februari 2016.

    Namun pemerintah, melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), malah memastikan rencana penyatuan bank-bank BUMN syariah batal dengan lebih memilih opsi mencari mitra strategis.

    Keempat bank BUMN syariah yang ditugaskan mencari mitra strategis itu, antara lain BNI Syariah, BRI Syariah, Bank Syariah Mandiri (BSM), dan Unit Usaha Syariah (UUS) Bank BTN,

    "Caranya (konsolidasi) terserah Kementerian BUMN, mau dimerjer atau cari strategic investor. Yang penting bisa meningkatkan skala bank syariah," ujar Buchori.

    Berdasarkan data OJK, pangsa pasar perbankan syariah terhadap total pasar perbankan nasional baru 4,87 persen pada akhir 2015 atau di bawah target minimal 5 persen.

    Buchori menambahkan, OJK akan terus menerus menyempurnakan pengaturan dan pengawasan perbankan, khususnya industri keuangan syariah.

    Menurut dia, OJK akan senantiasa mengakomodasi kebutuhan industri namun tetap dengan memegang prinsip kehati-hatian.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kobe Bryant Sang Black Mamba: Saya Tak Ingin Jadi Michael Jordan

    Pemain bola basket Kobe Bryant meninggal pada 26 Januari 2020, dalam kecelakaan helikopter di dekat Calabasas, California. Selamat jalan Black Mamba!