Malindo Feedmill Akan Ekspansi di Sumatera Selatan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pialang saham tengah memantau pergerakan saham di lantai Busa Efek Indonesia, Jakarta, 5 Februari 2016. Tempo/Tony Hartawan

    Pialang saham tengah memantau pergerakan saham di lantai Busa Efek Indonesia, Jakarta, 5 Februari 2016. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Keuangan PT Malindo Feedmill Tbk Rudi Hartono Husin berencana akan mengembangkan bisnisnya tahun ini dengan nilai investasi antara Rp 400 - 500 miliar. "Ekspansi tahun ini kami cermati keadaan, akan bangun pabrik di Sumatera Selatan," kata dia di Bursa Efek Indonesia, Kamis, 25 Februari 2016.  

    Rudi menyebutkan mayoritas biaya belanja modal tahun ini dari hasil penerbitan surat berharga di akhir tahun 2015. Ia mengatakan sekitar 70 persen belanja modal itu berasal dari pembiayaan eksternal dan 30 persen pembiayaan internal dari perusahaan.  

    Hingga kini, kata Rudi, pihaknya belum akan mengincar pasar ekspor untuk pakan ternak. Namun ia memfokuskan untuk meningkatkan pangsa pasar di Indonesia, terutama di wilayah timur. Perbaikan tingkat upah minimum regional akan menjadi sinyal baik bagi peningkatan konsumsi pakan ternak bagi peternak dalam negeri.  

    Malindo Feedmill mengalami kerugian di tahun 2015 sebesar Rp 70 miliar. Kerugian itu dialami karena volatilitas nilai tukar rupiah yang cenderung memburuk. Namun Rudi meyakini setelah kuartal empat 2015, kondisi perusahaan akan membaik.  

    Direktur Operasional Malindo Feedmill Rewin Hanrahan mengatakan bahan baku pakan ternak masih diimpor sekitar 30 persen. Namun tahun ini ia mendorong untuk meningkatkan bahan baku dari dalam negeri seperti jagung, bisa mencari lokasi produsen jagung dalam negeri. "Antisipasi formulasi pakai bahan baku lokal kami lakukan," ujarnya.

    DANANG FIRMANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?