Pengembangan Mandalika Butuh US$ 46,29 Juta  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wapres Jusuf Kalla (ketiga kanan) mendapat penjelasan dari Dirut PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Abdulbar M Mansoer (kedua kanan) mengenai rencana pengembangan kawasan wisata Mandalika saat peresmian Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Kuta, Praya, Lombok Tengah, NTB, 12 Desember 2015. ANTARA FOTO

    Wapres Jusuf Kalla (ketiga kanan) mendapat penjelasan dari Dirut PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Abdulbar M Mansoer (kedua kanan) mengenai rencana pengembangan kawasan wisata Mandalika saat peresmian Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Kuta, Praya, Lombok Tengah, NTB, 12 Desember 2015. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Dalam peta jalan PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau Indonesian Tourism Development Corporation (Persero) atau ITDC untuk pengembangan Mandalika untuk menjadi kawasan terpadu dibutuhkan waktu hingga 15 tahun, mulai dari 2015-2030. Adapun dana yang dibutuhkan mencapai US$ 46,29 juta.

    Kepala Bidang Investasi Pariwisata Kementerian Pariwisata Henky Manurung mengatakan dalam kurun 15 tahun, nantinya kawasan Mandalika akan memiliki berbagai macam fasilitas.

    Seperti hotel yang memiliki 10.600 kamar, tempat huni dengan 1.600 kamar, serta tempat golf seluas 100 hektare dan berkualitas standar internasional. Kemudian, eco park seluas 70 hektare, taman rekreasi 20 hektare, dan lain-lain.

    "Saat ini, pembangunan kamar hotel di Mandalika baru mencapai 1.799 kamar," ujarnya kepada Bisnis.com, Rabu, 24 Februari 2016.

    Untuk mengembangkan kawasan tersebut, ITDC akan menggandeng para pengembang swasta dan asing, serta kementerian terkait.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?