Pontianak Segera Miliki Jembatan Gantung Penyeberangan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Puluhan kapal mengikuti Karnaval Khatulistiwa, Pontianak, Kalimantan Barat, 22 Agustus 2015. Festival Karnaval Khatulistiwa yang dibuka Presiden Joko Widodo sebagai puncak perayaan HUT ke-70 kemerdekaan Republik Indonesia, yang diikuti 24 provinsi se-Indonesia. TEMPO/Subekti

    Puluhan kapal mengikuti Karnaval Khatulistiwa, Pontianak, Kalimantan Barat, 22 Agustus 2015. Festival Karnaval Khatulistiwa yang dibuka Presiden Joko Widodo sebagai puncak perayaan HUT ke-70 kemerdekaan Republik Indonesia, yang diikuti 24 provinsi se-Indonesia. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Kota Pontianak akan memiliki jembatan gantung penyeberangan manusia dan sepeda kayuh, yang menghubungkan kota dengan kawasan Siantan, Kecamatan Pontianak Utara. Sebagian Pontianak berada di delta Sungai Kapuas, terpisah dari daratan Pulau Kalimantan. 

     

    Selain Jembatan Kapuas I dan II, dengan begitu, Pontianak bisa menjadikan jembatan gantung penyeberangan ini sebagai ikon baru kota yang dilintasi garis khatulistiwa itu.

     

    "Jembatan Gantung tersebut akan dibangun dari Taman Alun-alun Kapuas hingga Siantan dengan anggaran sekitar Rp30 miliar," kata Kepala Dinas PU Kota Pontianak, Ismail, di Pontianak, Selasa (23 Februari 2016).

    "Rencana tersebut, baru akan diajukan kepada Wali Kota Pontianak, Sutarmidji. Mudah-mudahan rencana pembangunan Jembatan Gantung tersebut disetujui wali Kota Pontianak," ungkapnya.

    Dia katakan, jembatan itu dikhususkan bagi pejalan kaki dan pengendara sepeda kayuh, bukan untuk sepeda motor. 


    Sebelumnya Sutarmidji menyatakan pembangunan jembatan paralel di Sungai Landak dan Jembatan Kapuas I mendesak karena kendaraan yang lewat sudah jauh melebihi kemampuan jembatan tersebut.

    "Yang paling mendesak dibangun paralel, yakni Jembatan Landak, karena jembatan itu satu-satunya yang menghubungkan Kota Pontianak ke daerah lain di Kalbar. Sementara Jembatan Kapuas I masih ada Jembatan Kapuas II dan dibantu jasa penyeberangan feri di Siantan," katanya.

    "Untuk ruangnya masih memungkinkan, lebar jalannya nanti 12 meter. Kami juga akan menata persimpangan Jalan Tanjungpura-Jalan Imam Bonjol dan Jalan Gusti Situt Mahmud-Jalan Selat Panjang dan 28 Oktober dalam memperlancar arus lalu lintas di beberapa titik yang selalu macet pada jam-jam sibuk," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lika-Liku Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Pengganti Sandiaga Uno

    Kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta kosong sejak Agustus 2018. Pada Januari 2020, Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Gerindra mengajukan dua nama.