Bahana Securities Ditunjuk Petakan Merger PGN-Pertamina

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas mengisi bahan bakar gas di Stasiun Pengisian Bahan Gas milik Perusahaan Gas Negara (PGN) dikawasan Monas, Jakarta, 20 Oktober 2015. TEMPO/Amston Probel

    Petugas mengisi bahan bakar gas di Stasiun Pengisian Bahan Gas milik Perusahaan Gas Negara (PGN) dikawasan Monas, Jakarta, 20 Oktober 2015. TEMPO/Amston Probel

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menunjuk Bahana Securities, anak usaha Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (BPUI) yang merupakan perusahaan pelat merah untuk memetakan proyek PT Perusahaan Gas Negara Tbk dan PT Pertamina dalam hal sinergi badan usaha sektor migas.

    Deputi bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata Kementerian Badan Usaha Milk Negara Edwin Hidayat Abdullah mengatakan pihaknya menginisiasi dengan menunjuk Bahana Sekuritas untuk mendapat peta proyek kedua perusahaan ini. Tujuannya, untuk memastikan tak ada proyek yang beririsan dalam hal pembangunan infrastruktur gas.

    "Kita lagi studi dari internal BUMN. Ada, dari BUMN juga. Iya . Hanya Bahana saja," ujarnya di sela acara peresmian Universitas Pertamina di Jakarta, Kamis (11 Februari 2016).

    Konsultan, katanya, telah melakukan pertemuan dengan direksi PT Pertamina (persero) dan PT PGN agar mendapat data yang diperlukan. Diperkirakan, sambungnya, kegiatan pemetaan bisa selesai di akhir bulan ini. 

    Terutama, potensi adanya jaringan pipa transmisi ganda di satu wilayah karena menghambat pembangunan infrastruktur gas. Kendati demikian, dia belum mau menyebut lebih detail tentang kegiatan yang dibicarakan antara konsultan dengan kedua perusahaan.

    "Mereka sudah melakukan pertemuan dengan direksi Pertamina dan PGN. Bulan ini selesai," katanya.

    Lebih lanjut, terkait dengan rencana Kementerian BUMN untuk membuat holding perusahaan energi, pihaknya mengaku belum mengetahui rencana detailnya secara lisan. Rencana untuk merestrukturasi beberapa industri memang ada. Namun, khusus di sektor energi belum bisa diungkap lebih lengkap.

    "Memang ada. Kita mau structure beberapa per industri tapi detail lisannya belum ada," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona Menyebabkan Wabah Mirip SARS di Kota Wuhan, Cina

    Kantor WHO cabang Cina menerima laporan tentang wabah mirip SARS yang menjangkiti Kota Wuhan di Cina. Wabah itu disebabkan virus korona jenis baru.