29 Bidang Usaha Terbuka 100 Persen untuk Asing  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menko Perekonomian Darmin Nasution (kanan), berdiskusi dengan Sekretaris Kabinet Pramono Anung sebelum konferensi pers Paket Kebijakan Ekonomi X di Kantor Presiden, Jakarta, 11 Februari 2016. Peraturan Presiden tersebut memuat Daftar Bidang Usaha Yang Tertutup dan Bidang Usaha Yang Terbuka Dengan Persyaratan di Bidang Penanaman Modal. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Menko Perekonomian Darmin Nasution (kanan), berdiskusi dengan Sekretaris Kabinet Pramono Anung sebelum konferensi pers Paket Kebijakan Ekonomi X di Kantor Presiden, Jakarta, 11 Februari 2016. Peraturan Presiden tersebut memuat Daftar Bidang Usaha Yang Tertutup dan Bidang Usaha Yang Terbuka Dengan Persyaratan di Bidang Penanaman Modal. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah akhirnya meluncurkan Paket Kebijakan Ekonomi X. Salah satu isinya, pemerintah menambah 19 bidang usaha yang dicadangkan untuk usaha mikro, kecil, menengah, dan koperasi (UMKMK) yang termaktub dalam daftar negatif investasi (DNI). Sementara itu, 29 bidang usaha terbuka untuk asing dan dikeluarkan dari DNI.

    Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution mengatakan terbukanya bidang usaha untuk memudahkan bisnis di bidang usaha tersebut. "Agar bisnisnya itu masuk saja," kata Darmin di kantornya, Kamis, 11 Februari 2016.

    Selain itu, Darmin mengatakan pembukaan bidang usaha terhadap modal asing digunakan untuk bidang usaha yang belum berkembang, sementara diperlukan untuk kebutuhan nasional. "(Bidang usaha) kita anggap tidak terlalu berkembang investasi nasionalnya padahal perlu," katanya.

    Ia mengilustrasikan industri bahan baku obat. Darmin mengatakan harga obat generik mulai turun karena di industri hulu bahan baku obat masih impor dan paten dilindungi. "Ya sudah kita undang saja masuk," katanya.

    Dalam keterangan pers yang diterima di Kementerian Koordinator Perekonomian, bidang usaha yang terbuka 100 persen untuk penanaman modal asing, seperti cold storage, sport center, laboratorium pengolahan film, industri crum rubber, restoran, industri bahan baku obat, pengusahaan jalan tol, dan pembentukan lembaga pengujian perangkat telekomunikasi.

    Selain itu, untuk memperluas kegiatan UMKMK, Darmin mereklasifikasi dengan menyederhanakan bidang usaha. Misalnya, kata dia, 19 bidang usaha jasa bisnis dan konsultasi konstruksi dijadikan satu bidang usaha. "Karena itu, bidang usaha yang dicadangkan untuk UMKMK menjadi lebih sederhana dari 139 menjadi 92 kegiatan usaha," ujar Darmin.

    ARKHELAUS W.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.