Luky Eko Jadi Wapres Bank Investasi dan Infrastruktur Asia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Foto aerial proyek pembangunan Pelabuhan Kalibaru atau Terminal New Priok di Kalibaru, Jakarta Utara, 18 Januari 2016. Satu terminal di New Tanjung Priok setiap tahun bakal menyumbung pendapatan sewa dari operator sedikitnya US$ 56 juta (Rp 756 miliar), atau US$ 168 juta (Rp 2,26 triliun) jika ketiga terminal sudah dioperasikan semuanya. ANTARA/Andika Wahyu

    Foto aerial proyek pembangunan Pelabuhan Kalibaru atau Terminal New Priok di Kalibaru, Jakarta Utara, 18 Januari 2016. Satu terminal di New Tanjung Priok setiap tahun bakal menyumbung pendapatan sewa dari operator sedikitnya US$ 56 juta (Rp 756 miliar), atau US$ 168 juta (Rp 2,26 triliun) jika ketiga terminal sudah dioperasikan semuanya. ANTARA/Andika Wahyu

    TEMPO.CO, Jakarta - Luky Eko Wuryanto mewakili Indonesia sebagai salah satu jajaran pimpinan Asian Infrastruktur Investment Bank (AIIB) yang berada di Beijing, Cina. Dalam pengumuman yang diberikan Presiden AIIB Jin Liqun, Wuryanto ditempatkan sebagai Wakil Presiden Bidang Administrasi.

    “Tanggung jawab utama bidang administrasi adalah untuk memimpin perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan manajemen sumber daya manusia, teknologi informasi, fasilitas dan layanan administrasi,” dalam keterangan tertulis www.aiib.org.

    Luky saat ini menjabat sebagai Deputi Menteri Koordinator Perekonomian Bidang Percepatan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah.  Dia telah mengabdi selama 20 tahun di birokrasi.

    Di bawah kepemimpinannya, Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KKPIP) mengawasi dan mengkoordinasikan pelaksanaan 225 Proyek Strategis Nasional sebesar US$ 100 miliar dan 22 proyek prioritas senilai US$ 85 miliar.

    “Selama kariernya, Wuryanto berpengalaman dalam organisasi, administrasi, pelaksanaan dan manajemen. Ia berperan pada proyek-proyek di pelabuhan, jalan, transportasi, energi, listrik, air dan sanitasi, dan sektor perumahan rakyat. Ia memainkan peran kunci dalam mencapai konsensus struktur pembiayaan banyak proyek infrastruktur di Indonesia,” tulis situs tersebut.

    AIIB adalah lembaga keuangan multilateral baru yang dirancang untuk memberikan dukungan keuangan untuk pembangunan infrastruktur dan konektivitas regional di Asia.

    Berkantor pusat di Beijing, bank ini diharapkan mampu mendorong pembangunan ekonomi yang berkelanjutan, menciptakan kekayaan dan meningkatkan konektivitas infrastruktur di Asia dengan berinvestasi dalam infrastruktur dan sektor produktif lainnya.

    “Hal ini juga akan meningkatkan kerja sama regional dan kemitraan dalam mengatasi tantangan pembangunan dengan bekerja dalam kerja sama erat dengan lembaga-lembaga pembangunan multilateral dan bilateral lainnya,” tulis situs tersebut.

    Presiden AIIB mengumumkan jajaran pimpinan bank tersebut kemarin. Wuryanto dipilih bersama Sir Danny Alexander sebagai Wakil Presiden Sekretaris Perusahaan, Kyttack Hong sebagai Wakil Presiden Bidang Manajemen Risiko, D.J. Pandian sebagai Wakil Presiden bidang Investasi.

    Lalu, Joachim von Amsberg sebagai Wakil Presiden bidang Kebijakan dan Strategi. “Ini adalah tim yang kuat. Saya berharap untuk bekerja sama dengan mereka dalam tahun-tahun mendatang,” kata Liqun dalam situs tersebut.

    AIIB.ORG | ARKHELAUS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.