Menteri Industri Rayu Investor Gula dengan Insentif Fiskal

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perindustrian Saleh Husin saat mengikuti Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR RI di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat,26 November 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    Menteri Perindustrian Saleh Husin saat mengikuti Rapat Kerja dengan Komisi VI DPR RI di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat,26 November 2015. TEMPO/Dhemas Reviyanto

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perindustrian berupaya menggaet investor untuk menanamkan modalnya dengan membangun pabrik gula di Indonesia melalui insentif fiskal.

    "Kita ada tax holiday dan tax allowance. Pabrik gula kan membuka lahan yang luas, mereka bisa memenuhi syarat mendapat insentif tersebut," kata Dirjen Industri Agro Kemenperin Panggah Susanto usai rapat kerja dengan DPR, yang ditunda, di Jakarta, Kamis, 4 Februari 2016.

    Panggah mengatakan, Kemenperin juga akan memperkuat koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait untuk menjaga iklim investasi dibidang gula agar terjaga baik.

    Menurut Panggah, saat ini terdapat tiga industri gula yang sedang melakukan pembangunan pabrik, yang berlokasi di Dompu, Nusa Tenggara Barat; Lamongan, Jawa Timur; dan Lampung.

    Ketiga pabrik gula tersebut menyerap bahan baku tebu dari lahan yang dibangun sendiri dan lahan petani plasma asuhan perusahaan.

    Menurut Panggah, kapasitas produksi masing-masing pabrik gula tersebut berkisar antara 6-8 ton cane per day (tcd) atau sekitar 150 ribu ton hingga 200 ribu ton per tahun.

    Kendati kecil, angka tersebut diyakini mampu mensubtitusi impor gula rafinasi yang kebutuhannya mencapai 2,7 juta ton per tahun, dan bertamah 6 persen setiap tahunnya.

    "Kebutuhan gula untuk industri memang mengikuti tren pertumbuhan industri makanan, di mana pertumbuhannya mencapai 9 persen pada 2014 dan 8 persen pada 2015," kata Panggah.

    Dengan demikian, Panggah berharap akan lebih banyak investasi untuk untuk membangun pabrik gula, khususnya gula rafinasi untuk industri, di Indonesia.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kobe Bryant Sang Black Mamba: Saya Tak Ingin Jadi Michael Jordan

    Pemain bola basket Kobe Bryant meninggal pada 26 Januari 2020, dalam kecelakaan helikopter di dekat Calabasas, California. Selamat jalan Black Mamba!