BKPM: Nilai Komitmen Investasi Januari 2016 Naik 119%

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala BKPM Franky Sibarani (kiri) berbincang dengan Deputi bid Pengendalian dan Pelaksanaan Penanaman Modal Azhar Lubis (kanan) sebelum memberikan keterangan kepada wartawan tentang target pertumbuhan investasi 2016 di Jakarta, 8 Januari 2016. ANTARA FOTO

    Kepala BKPM Franky Sibarani (kiri) berbincang dengan Deputi bid Pengendalian dan Pelaksanaan Penanaman Modal Azhar Lubis (kanan) sebelum memberikan keterangan kepada wartawan tentang target pertumbuhan investasi 2016 di Jakarta, 8 Januari 2016. ANTARA FOTO

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat kenaikan nilai komitmen investasi sepanjang Januari 2016 sebesar Rp206 triliun atau naik 119% dari periode yang sama tahun sebelumnya.

    Kepala BKPM Franky Sibarani mengatakan capaian tersebut menunjukkan kepercayaan investor menanamkan modal ke Indonesia tetap tinggi. "Iklim investasi secara keseluruhan tetap terjaga baik, terlihat dari komitmen investasi atau izin prinsip yang pada Januari 2016 meningkat 119% menjadi Rp206 triliun. Ini sangat baik karena sejak awal tahun bisa kelihatan kenaikan yang signifikan," katanya.

    Secara rinci, komitmen investasi pada Januari 2016 terdiri atas penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp38 triliun (naik 261%) dan penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp168 triliun (naik 101%) dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

    Menurut Franky, salah satu motor utama kenaikan komitmen investasi sepanjang Januari 2016 di antaranya adalah kondisi politik dan keamanan yang kondusif, penanganan cepat peristiwa teror di Jalan Thamrin, pertumbuhan ekonomi yang terus positif pada semester dua 2015, fokus pemerintah dalam pembangunan yang dinilai positif serta reformasi dalam dukungan peningkatan investasi.

    Ia juga menambahkan, layanan perizinan investasi tiga jam yang baru diluncurkan resmi awal tahun juga mencatatkan kontribusi yang signifikan terhadap kenaikan komitmen investasi.

    "Dari nilai komitmen investasi sepanjang Januari yang masuk melalui izin tiga jam tercatat ada tujuh perusahaan senilai Rp31,8 triliun atau setara 15%," katanya.

    Franky mengemukakan, dari asal negara PMA, Singapura menduduki peringkat teratas komitmen investasi yang masuk dengan nilai komitmen investasi sebesar US$7,5 miliar, disusul China US$2,8 miliar, Korea Selatan dengan US$280 juta, Jepang US$132 juta dan Malaysia US$105 juta. "Singapura mencatatkan komitmrn investasi terbesar, tumbuh 413% untuk periode Januari 2015-2016," katanya.

    Ia juga mengungkapkan, dari 10 negara prioritas tercatat kenaikan komitmen investasi hingga 251%. Namun, secara total, 10 negara prioritas itu menyumbang 91% dari total komitmen investasi yang masuk ke Indonesia.

    Ada pun terkait sektor, ada kenaikan signifikan komitmen investasi di sektor manufaktur sebesar Rp90 triliun atau tumbuh 164% dibandingkan dengan periode sebelumnya. "Komitmen di industri manufaktur tersebut porsinya 43% dari total investasi yang masuk di seluruh sektor," pungkasnya.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cesium 137 dan Bahaya Radiasi Pada Tubuh Manusia

    Cesium 137 adalah bahan radioaktif yang digunakan berbagai industri dan pengobatan. Bila salah dikelola, bahan itu akan menimbulkan sejumlah penyakit.