Era MEA, Bahasa Indonesia Berpeluang Jadi Bahasa Utama ASEAN

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sambut MEA, Menristek Dikti siapkan kurikulum dwi bahasa. Doc KOMUNIKA ONLINE

    Sambut MEA, Menristek Dikti siapkan kurikulum dwi bahasa. Doc KOMUNIKA ONLINE

    TEMPO.CO, Jakarta - Bahasa Indonesia berpeluang menjadi bahasa utama ASEAN seiring dengan era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), kata Ketua Jurusan Pendidikan Bahasa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Subandi.

    "Peluang tersebut pernah disampaikan dalam pertemuan Asosiasi Program Studi bahwa menurut orang-orang di luar Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Brunei Darussalam paling mudah memang bahasa Indonesia karena antara huruf dan bunyinya sama, beda dengan bahasa-bahasa yang lain," katanya, di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Jumat (22 Januari 2016).

    Dalam hal ini, kata dia, orang Vietnam, Thailand, dan Kamboja lebih cenderung memilih bahasa Indonesia di samping penuturnya juga lebih banyak karena ada bahasa Melayu.

    Dengan demikian, lanjut dia, kemungkinan bahasa Indonesia menjadi bahasa pergaulan di era MEA itu sangat besar.

    Terkait hal itu, dia mengaku sangat mendukung jika bahasa Indonesia menjadi bahasa utama atau pergaulan di kawasan ASEAN yang telah memasuki era MEA.

    "Apalagi orang luar yang mau bekerja di Indonesia memang harus bisa berbahasa Indonesia. Kalau belum bisa berbahasa Indonesia, buat apa bekerja di sini, sama seperti tuntutan orang asing kalau kita bekerja di luar negeri, kita harus bisa bahasa mereka," katanya.

    Ia mengatakan bahwa pemerintah mewajibkan orang asing yang akan bekerja di Indonesia harus bisa bahasa Indonesia.

    "Jangan sampai mereka terus menggunakan bahasa Inggris saja, kemudian kita melayani menjadi penerjemah. Itu namanya kita jadi bangsa pelayan. Mereka harus bisa berbahasa Indonesia kalau ingin bekerja di Indonesia," tegasnya.

    Menurut dia, hal itu juga harus dilakukan oleh perguruan tinggi yang membuka program atau kelas internasional yang selama ini menggunakan bahasa Inggris.

    Ia mengatakan bahwa kelas internasional yang ada di Indonesia semestinya tetap menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar meskipun kurikulumnya internasional.

    Terkait upaya menjadikan bahasa Indonesia sebagai salah satu bahasa internasional, Subandi mengatakan bahwa Balai Bahasa tengah mengupayakan bahasa Indonesia menjadi salah satu bahasa di berbagai fora PBB.

    "Sementara ini, bahasa PBB hanya lima, nanti ada upaya ke sana," katanya.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.