Pertama dalam Sejarah, Indonesia Ekspor Kapal Perang SSV-1  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kapal frigate kelas Iver Huitfedlt dilengkapi peralatan perang elektronika dan peluncur decoy 4 X 12-barrelled Terma DL-12T 130 mm dan 2  6-barrelled Terma DL-6T 130 mm. Untuk mendukung misi, frigate ini juga dengan dek dan hanggar helikopter ukuran medium, seperti helikopter AW101, dek dapat didarati oleh helikopter hingga berat 20 ton. redditweekly.com

    Kapal frigate kelas Iver Huitfedlt dilengkapi peralatan perang elektronika dan peluncur decoy 4 X 12-barrelled Terma DL-12T 130 mm dan 2 6-barrelled Terma DL-6T 130 mm. Untuk mendukung misi, frigate ini juga dengan dek dan hanggar helikopter ukuran medium, seperti helikopter AW101, dek dapat didarati oleh helikopter hingga berat 20 ton. redditweekly.com

    TEMPO.CO, Surabaya - PT PAL Indonesia meluncurkan kapal Perusak Kawal Rudal (PKR)-1 dan Kapal Perang Strategic Sealift Vessel (SSV)-1 pesanan Kementerian Pertahanan Filipina. Ini menjadi kapal perang pertama yang diekspor pemerintah Indonesia.

    Pengerjaan konstruksi kedua kapal tersebut dimenangkan melalui tender internasional. “Untuk keseluruhan konstruksi SSV-1 dilakukan di PT PAL,” ujar Direktur Utama PT PAL Indonesia (Persero) M. Firmansyah di Dermaga Semarang Divisi Kapal Niada, Tanjung Perak Surabaya, Senin, 18 Januari 2016.

    PKR-1 merupakan kapal perang canggih kelas Frigate hasil kerja sama PT PAL dengan galangan kapal Belanda, Damen Schelde Naval Shipbuilding (DSNS), melalui mekanisme transfer of technology (TOT). Sedangkan kapal SSV-1 berada di kelas Lloyd Register buatan PT PAL sendiri. "Untuk kapal SSV menjadi kapal perang perdana yang diekspor Indonesia dan merupakan pengakuan negara lain terhadap kecanggihan kapal ini," katanya.

    Firmansyah menjelaskan, setelah diluncurkan, kapal PKR-1 akan melalui proses penyempurnaan sebelum diserahterimakan kepada Kementerian Pertahanan RI pada Januari 2017.

    Sedangkan Kapal SSV juga akan menjalani penyempurnaan sebelum diserahkan kepada Kementerian Pertahanan Filipina pada Mei 2016. Sebelumnya, telah dilakukan uji model laboratorium hidrodinamika untuk memperoleh desain kapal dengan kemampuan terbaik. “Untuk selanjutnya, kapal SSV-1 akan memasuki fase penyelesaian, testing, dan sea trial sebelum dikirim ke Filipina.”

    Pesanan kapal negara Filipina itu bernilai total US$ 90 juta. Selain peluncuran kapal PKR-1 dan SV-1, dilakukan peletakan lunas pesanan tahap kedua kapal SSV-2 serta penamaan kapal SSV-1 menjadi TARLAC. TARLAC merupakan nama provinsi kelahiran Presiden Filipina saat itu, Benigno Simeon Aquino.

    Beberapa menteri dan pejabat penting turut hadir, seperti Menteri Koordinator Kemaritiman dan Sumber Daya Rizal Ramli, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Panglima Tentara Nasional Filipina Jendral Hernando DCA Iriberri. Juga CEO DSNS Mr Henvan, Mr Hein van Ameijden, KSAL Filipina, dan KSAL Indonesia Laksamana TNI Ade Supandi.



    ARTIKA RACHMI FARMITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.