Pengembang Berlomba Investasi, Proyek Hotel Marak di AS  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • gensantos.com

    gensantos.com

    TEMPO.COJakarta - Pelaku perjalanan bisnis ke Amerika Serikat tahun ini boleh merasa lega karena tidak akan lagi kekurangan tempat penginapan menyusul maraknya pembangunan hotel mulai New York hingga Houston dan Los Angeles.

    Sedikitnya 865 hotel dengan 103.230 kamar saat ini tengah dibangun di AS dan akan beroperasi tahun ini, menurut perusahaan riset perhotelan STR, sebagaimana dikutip hotelnewsnow.com, Selasa, 12 Januari 2016. Para pengembang dilaporkan berlomba menanamkan investasi mereka menyusul meningkatnya permintaan sektor perhotelan di negara tersebut.

    “Industri perhotelan terus memecahkan rekor permintaan, dan dari sisi pendapatan terus terjadi peningkatan,” ujar Jan Freitag, Senior Vice President STR.

    Menurut Freitag, peningkatan jumlah kamar hotel sebesar 1,5 persen pada tahun 2015 masih di bawah peningkatan rata-rata per tahun sebesar 1,9 persen. Namun, kata dia, aktivitas pembangunan hotel meningkat secara dramatis dengan jumlah kamar yang dibangun naik 21 persen dibandingkan tahun lalu.

    New York tercatat sebagai peringkat pertama dengan 13.583 kamar yang tengah dibangun dan akan dioperasikan mulai tahun ini.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.