Hingga 3 Januari TMII Targetkan 170 Ribu Kunjungan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Istana Boneka di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Tempo/Fardi Bestari

    Istana Boneka di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Tempo/Fardi Bestari

    TEMPO.CO, Jakart - Taman Mini Indonesia Indah (TMII) menargetkan hingga 170 ribu pengunjung selama libur tahun baru periode 1-3 Januari 2016.

    "Jumat hingga Minggu kami perkirakan bisa sampai 160 ribu sampai dengan 170 ribu," kata Koordinator Unit Badan Pelaksana Pengelola TMII, Diono, di Jakarta, Jumat, 1 Januari 2016.

    Pada hari ini hingga pukul 12.00, TMII telah dipadati 33.250 pengunjung dan jumlahnya masih bertambah hingga menjelang petang.

    Jumlah pengunjung diperkirakan akan terus bertambah pada liburan akhir pekan.

    Tahun lalu, TMII dikunjungi sekitar 91 ribu orang hanya pada tanggal 1 Januari, setelah itu menyusut menjadi 10 ribu pada hari berikutnya. Total pengunjung TMII selama libur tahun baru tahun lalu sekitar 110 ribu orang.

    Jumlah pengunjung pada 1 Januari 2016 diperkirakan lebih sedikit dari tahun lalu karena bertepatan dengan hari Jumat, tapi akan mengalami pertumbuhan karena menjelang akhir pekan.

    Kondisi seperti itu, menurut Diono, lebih baik karena mereka mendapatkan pengunjung dalam jumlah yang konstan.

    Pada malam pergantian tahun 2015 ke 2016, TMII dikunjungi 50 ribu orang yang menyaksikan berbagai acara.

    Banyaknya pengunjung yang membawa kendaraan tercatat 35 bus, 2.434 mobil, dan 4.914 sepeda motor, sehingga lalu lintas di TMII tersendat.

    Pengelola TMII menyediakan lahan parkir untuk motor di setiap anjungan, sedangkan area parkir besar untuk kendaraan roda empat atau lebih terletak di Taman Burung, anjungan PP IPTEK, Taman Budaya Tionghoa, dan anjungan terpadu.

    Harga tiket masuk TMII per 19 Desember 2015 hingga 3 Januari 2016 senilai Rp 15 ribu per orang, dan untuk kendaraan dikenakan biaya mulai dari Rp 1.000-30 ribu.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.