Menkeu: Belanja Negara 2015 Melonjak Hingga 84 Persen

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Keuangan mencatat realisasi belanja dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2015 hingga Selasa ini, atau delapan hari sisa waktu tahun anggaran, melonjak hingga 84 persen, dibandingkan capaian pada akhir November lalu sebesar 78,1 persen dari target Rp1.984,1 triliun.

    Menurut Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro yang ditemui di Jakarta, Selasa, meskipun belanja negara, terutama belanja Kementerian dan Lembaga terus terakselerasi, defisit anggaran di penghujung tahun tetap terkendali di maksimal 2,7 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

    Untuk menjaga defisit tersebut, pendapatan negara hingga Selasa ini tercatat 76 persen dari target sebesar Rp1.761,6 triliun atau naik dibanding posisi akhir November lalu sebesar 69 persen.

    "2,7 persen tetap kita kejar," kata Bambang.

    Untuk mengimbangi serapan belanja negara yang ditargetkan mencapai 92 persen, lanjut Bambang, aparatur pajak akan mengoptimalkan di sisa penerimaan pada akhir tahun ini, salah satunya dari penerimaan pajak non-migas. Kemenkeu mengincar Rp218,3 triliun selama Desember 2015 ini dari pajak non-migas.

    Bambang memprediksi belanja negara, terutama dari belanja kementerian dan lembaga (K/L) masih akan terserap di sisa waktu ini. Belanja K/L menjadi andalan pemerintah di akhir tahun ini untuk mengoptimalkan sisi fiskal bagi perekonomian, mengingat belanja transfer ke daerah dan dana desa sebagian besar sudah direalisasikan.

    "Rata-rata serapan belanja Kementerian dan Lembaga hingga saat ini mencapai 80 persen," kata dia.

    Proyeksi Kemenkeu untuk realisasi APBN-P di penghujung tahun adalah pendapatan negara diterima sebesar 86,4 persen dari target atau Rp1.522,4 triliun, termasuk di dalamnya penerimaan perpajakan sebesar 85,8 persen. Kemudian, belanja negara tercairkan Rp1.829,7 triliun atau 92,2 persen dari target. Dengan begitu defisit anggaran di akhir tahun ditargetkan sebesar 2,70 persen dari PDB atau Rp307,3 triliun.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.