Menunggu Sentuhan Arsitek Paul Tange di Surabaya

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Dinul Mubarok

    TEMPO/Dinul Mubarok

    TEMPO.CO, Surabaya - Di balik mega proyek central business district 88AVENUE yang akan dimulai Januari 2016 di Kota Surabaya, Jawa Timur, ada nama kondang arsitek Paul Tange. Pemimpin Tange and Associates ini aalah putra Kenzo Tange, bapak arsitektur modern Jepang.

    Di Indonesia, central business district bernuansa internasional 88AVENUE di kawasan Surabaya Barat adalah proyek kedua Paul setelah di Jakarta. Ditemui usai konferensi pers di Hotel Shangri-La, Rabu 2 Desember 2015, dia menyatakan tertantang menciptakan sesuatu yang berbeda dalam proyek milik PT Waskita Karya Realty dan PT Darmo Perman senilai Rp 3,8 triliun ini.

    "Kami tak ingin hanya menciptakan ikon baru kota Surabaya, tapi kehidupan yang baru berkonsep kesejahteraan komunitas bersama (prosperity in community) di Surabaya," kata dia.

    Mengklaim telah melahirkan ratusan masterpiece arsitektur bergaya modern di berbagai belahan dunia, Paul berjanji tak akan lupa memasukkan unsur budaya lokal pada delapan tower 88AVENUE nantinya. Ia menilai, kelebihan gaya arsitektur Indonesia terletak pada garis atap yang khas.

    “Garis atap arsitektur Indonesia sangat khas," kata dia. "Kami berusaha menyesuaikan sudut atap untuk 88AVENUE agar terlihat cantik."

    Secara umum, Paul juga menilai Surabaya sebagai tantangan barunya dalam berkarya. Kota ini dinilainya memiliki potensi besar untuk dikembangkan. "Ia lebih hijau, lebih cantik, dan sedikit lebih teratur dibandingkan Jakarta,” ujarnya sembari menilai Jakarta lebih maju namun lebih kacau.

    Wahyu Setiawan, arsitek dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, mengakui ciri khas dari hasil karya desain Paul. Menurut Kepala Pusat Implementasi Master Plan ITS itu, Paul mampu merancang ikon baru untuk suatu kota. "Tak jauh beda dari bapaknya, arsitekturnya sangat urbanis," katanya.

    Tak hanya mendesain gedung yang indah dan modern, karya Paul dinilai membuat kota tempat bangunan itu berdiri menjadi istimewa. "Ibaratnya, memberikan perwajahan dan perkembangan baru bagi suatu kota," ujarnya.

    Wahyu menyebut satu masterpiece arsitek itu ialah CocoonTower di Shinjuku dan Orchard Gateway di Singapura. Juga ada 'campur tangan' Paul dalam desain Aquatic Stadium untuk Tokyo Olympic 2020 mendatang.

    ARTIKA RACHMI FARMITA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemenag Berikan Pedoman Berkegiatan di Rumah Ibadah saat Pandemi

    Kementerian Agama mewajibkan jemaah dan pengurus untuk melaksanakan sejumlah pedoman ketika berkegiatan di rumah ibadah saat pandemi covid-19.