Industri Lokal Bakal Terlibat dalam Proyek Kereta Cepat Cina

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung melihat replika kereta api kecepatan tinggi yang dipamerkan oleh Perusahaan China Railway Corporation di Jakarta, 13 Agustus 2015. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    Pengunjung melihat replika kereta api kecepatan tinggi yang dipamerkan oleh Perusahaan China Railway Corporation di Jakarta, 13 Agustus 2015. TEMPO/Wisnu Agung Prasetyo

    TEMPO.CO, Jakarta - Industri dalam negeri akan diupayakan untuk terlibat dalam pembuatan kereta cepat Tiongkok atau atau China Railways Highspeed (CRH).

    "Kereta cepat ini pasti komponennya ribuan. Sehingga, kami bisa usulkan agar terdapat komponen yang bisa dikembangkan di dalam negeri," kata Dirjen Industri Logam Mesin Alat Transportasi dan Elektronika Kementerian Perindustrian I Gusti Putu Suryawirawan di Jakarta, Rabu (25 November 2015).

     

    Putu mengatakan, dalam dunia perkereta apian, industri dalam negeri Indonesia memang baru bisa memenuhi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 40 persen.

     

    Misalnya, PT Krakatau Steel yang mampu mendukung pembuatan gerbong kereta dan jembatan baja, PT LEN yang mendukung persinyalan dan komponen elektronika kereta, PT INTI yang mendukung dari segi komunikasi dan PT Pindad dari sisi elektronik motor.

     

    Namun, Putu berharap agar ke depannya Indonesia menjadi bahian dari sebuah industri perkereta apian, yang mampu menawarkan produknya ke negara lain.

     

    "Seperti Shinkansen dan CHR, kami harap suatu hari nanti Indonesia bisa menawarkan produknya ke negara lain," ujarnya.

     

    Kemenperin, tambah Putu, saat ini sedang mengidentifikasi komponen perkereta apian apa saja yang bisa dikembangkan di dalam negeri.

     

    Hal tersebut juga sebagai salah satu antisipasi ketika CRH sudah benar-benar diproduksi sebagai transportasi massal di Indonesia.

     

    ANTARA

     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.