Presiden Resmikan Proyek-proyek Strategis, Diantaranya...

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo (tengah) melambaikan tangan saat bertolak menuju Turki di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, 14 November 2015. Dalam lawatannya Presiden Jokowi didampingi Menteri Luar Negeri dan Menteri Keuangan. TEMPO/Aditia Noviansyah

    Presiden Joko Widodo (tengah) melambaikan tangan saat bertolak menuju Turki di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, 14 November 2015. Dalam lawatannya Presiden Jokowi didampingi Menteri Luar Negeri dan Menteri Keuangan. TEMPO/Aditia Noviansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan berbagai proyek strategis yang berada di Provinsi Kalimantan Timur, Kamis (19 November 2015).

    Peresmian proyek yang dipusatkan di Kabupaten Penajam Paser Utara ini adalah groundbreaking Bentang Panjang Jembatan Pulau Balang, groundbreaking pembangunan kereta api Borneo, groundbreaking National Marine Science and Tecnopark, groundbreaking Pelabuhan Benoa Taka di Kabupaten Penajam Paser Utara, dan groundbreaking proyek lanjutan Tol Balikpapan-Samarinda.

    "Yang sudah groundbreaking harus segera dimulai, 3-4 bulan lagi akan saya cek," kata Presiden di Penajam, Kalimantan Timur.

    Presiden menegaskan bahwa proyek-proyek yang sudah di-grondbreaking akan selalu di cek agar tidak berhenti. "Kalau saya kerja harus ada target," tegasnya.

    Proyek Bentang Panjang Jembatan Pulau Balang sepanjang 804 meter ini didanai dari APBN Rp1,33 triliun dan diprakirakan selesai pada 2019.

    Proyek pembangunan Kereta Api Borneo dan Proyek Tecnopark pihak perusahaan dari Rusia siap mengucurkan investasi Rp72 triliun.

    Kereta Api Borneo merupakan kerja sama dengan Russian Railways yang memiliki panjang jalur seluruhnya hampir 900 kilometer ini ditargetkan selesai dalam lima tahun.

    Kereta Api Borneo ini terdiri dari dua jalur, yakni jalur pertama dari Kutai Barat sampai ke kawasan industri Buluhminum di Balikpapan, dan jalur kedua dari Kutai Kertanegara sampai KEK Batua Trans Kalimantan Selatan.

    Sedangkan proyek National Marine Science and Tecnopark merupakan kerja sama pihak Rusia dan Republik of Tatarstan yang berupa kapal patroli cepat senilai US$8 juta, Pellets Factory senilai US$10 juta, Fibre Glass Pipe senilai US$30 juta, Biomassa senilai US$5 juta , Refinery senilai US$400 juta, Service center senilai US$1 miliar, Solar Panels senilai US$300 juta, Upgrade Brown Coal US$4 juta, Coal Storage US$17 juta dan Pabrik Bahan Bangunan US$20 juta.

    Sedangkan proyek Pelabuhan Benoa Taka yang berada di Kabupaten Penajam Paser Utara diperkirakan menghabiskan biaya US$2,5 miliar.

    Sementara proyek lanjutan Tol Balikpapan - Samarinda telah dimulai pada 12 Januari 2011 ini memiliki panjang Tol 99,22 kilometer dengan nilai investasi Rp14,9 triliun.

    BISNIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Permohonan Pengembalian Biaya Perjalanan Ibadah Haji 2020

    Pemerintah membatalkan perjalanan jamaah haji 2020. Ada mekanisme untuk mengajukan pengembalian setoran pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji.