Proyek Infrastruktur Dorong Kenaikan Produksi Industri Baja  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.COJakarta - Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian I Gusti Putu Suryawirawan memperkirakan industri baja lokal bakal bergairah seiring peningkatan belanja pemerintah sektor infrastruktur. Saat ini jumlah perusahaan baja nasional hulu dan hilir sebanyak 1.167 perusahaan, 29 di antaranya merupakan pabrik pipa las.

    "Industri baja nasional sektor hulu dan hilir mampu menyerap 300.309 tenaga kerja dan memiliki kapasitas produksi sebesar 37 juta ton per tahun," kata Putu dalam keterangan tertulis, Rabu, 18 November 2015.

    Adapun perusahaan yang memproduksi baja, PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (Spindo), menambah kapasitas pabriknya di Karawang untuk memproduksi 6.000 ton per bulan. Investasi dikeluarkan perusahaan sebesar Rp 150 miliar. "Tingginya permintaan produk membuat kami menambah varian jenis pipa," kata Deputy President Director PT Spindo Tedja Sukmana Hudianto.

    Biasanya, perusahaan memproduksi pipa paling kecil dengan ketebalan maksimum 4 milimeter. Fasilitas baru memungkinkan perusahaan memproduksi pipa baja kecil dengan ketebalan 6,5 milimeter.

    Nantinya produksi ditargetkan meningkat hingga 4.800 ton baja hingga akhir tahun. Biasanya, kata Tedja, produksi di pabrik Karawang hanya 3.500 ton per bulan. Perusahaan sendiri menargetkan total produksi tahun ini bisa mencapai 80 ribu ton. "Ditargetkan, pada kuartal pertama tahun depan, kapasitas produksi bisa mencapai 6.000 ton per bulan." 

    Selain industri migas, baja dipasok untuk permintaan industri sektor infrastruktur, properti, furnitur, hingga otomotif. Hingga Oktober lalu, penjualan pipa baja menembus angka 313.924 ton.

    Putu berkata, investasi PT Spindo akan meningkatkan pasokan baja dengan pemenuhan 60 persen kebutuhan domestik. Diharapkan, peningkatan investasi pebisnis baja lokal bisa mengurangi impor yang menggerus devisa.

    ROBBY IRFANY


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.