Pemerintah Bangun 15 Ribu Rumah Instan di Daerah Perbatasan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perumahan di kawasan Tangerang, Banten, 11 Maret 2015. Pembangunan 1 juta rumah oleh pemerintah mencakup rumah subsidi untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dan rumah komersial untuk kalangan menengah atas. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    Perumahan di kawasan Tangerang, Banten, 11 Maret 2015. Pembangunan 1 juta rumah oleh pemerintah mencakup rumah subsidi untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dan rumah komersial untuk kalangan menengah atas. ANTARA/Widodo S. Jusuf

    TEMPO.COTangerang - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadimuljono, menargetkan akan membangun 15 ribu unit rumah dengan teknologi Rumah Pabrikasi Sederhana Sehat (RISHA) di daerah perbatasan. Dia mengatakan pemerintah sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp 1,3 miliar dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2016 untuk pembangunan tersebut.

    "Rumah instan bukan hanya untuk ditinggali, bisa sekalian melakukan penataan kawasan saat pembangunannya," kata Basuki dalam deklarasi peringatan Hari Bangunan Indonesia ke-2 di Kabupaten Tangerang, Banten, pada Rabu, 11 November 2015.

    Basuki mengatakan, daerah perbatasan seperti Kalimantan, Nusa Tenggara Timur, dan Papua membutuhkan RISHA hingga ribuan unit. "Rumah itu akan diperuntukkan bagi para penjaga perbatasan dan para petugas medis di sana," katanya.

    RISHA merupakan konsep rumah pabrikasi berbasis semen yang memakai komponen pracetak berukuran modular. Komponen utamanya adalah panel struktur utama, panel dinding, dan kusen beton. Kombinasi ini memungkinkan pembangunan satu unit rumah dilakukan dalam hitungan jam.

    Seluruh pengendalian kualitas dilakukan di pabrik sehingga setiap rumah yang dibangun memiliki kualitas yang sama. Teknologi ini cocok untuk unit-unit produksi dalam skala kecil berbasis lokal.

    YOHANES PASKALIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    BPOM, Panduan Penerapan New Normal di Warung Makan

    BPOM memberi petunjuk mengenai penerapan new normal di berbagai tempat. Ada enam rekomendasi ikhwal tatanan baru ketika mengunjungi warung makan.