SMESCO Festival 2015 Ditargetkan Raup Rp 21 Miliar

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivis Greenpeace membawa Mock Up Hiu saat melakukan aksi Saveshark di salah satu restoran mewah di Jakarta. Sup sirip ikan hiu marak disajikan di beberapa restoran, dan dijual dengan harga yang cukup tinggi. Jakarta, 12 Juli 2015. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    Aktivis Greenpeace membawa Mock Up Hiu saat melakukan aksi Saveshark di salah satu restoran mewah di Jakarta. Sup sirip ikan hiu marak disajikan di beberapa restoran, dan dijual dengan harga yang cukup tinggi. Jakarta, 12 Juli 2015. TEMPO/Eko Siswono Toyudho

    TEMPO.CO, Jakarta - Deputi Bidang Pemasaran dan Jaringan Usaha Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Emilia Suhaimi, menargetkan kenaikan transaksi SMESCO Festival sebanyak 5 persen pada 2015 ini. "Kami menargetkan festival tahun ini akan memperoleh untung Rp 21 miliar, atau lebih besar 5 persen dari perolehan tahun lalu," kata Emilia pada konferensi pers, Senin, 21 September 2015.

    Emilia optimistis jumlah donasi itu bakal tercapai karena kali ini jumlah peserta festival lebih banyak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya."Kami sudah memperkirakan akan ada 21 ribu pengunjung yang akan meramaikan pagelaran ini," ucap dia

    Emilia berujar bahwa penyelenggaraan SMESCO Festival ini akan berbeda dengan sebelumnya. "SMESCO Festival yang ke-13 tahun ini telah diperbaharui dan ditingkatkan kualitas penyelenggaraannya, sehingga akan berbeda dengan pameran-pameran sejenisnya," ujar dia.

    Untuk tahun ini, kata Emilia, SMESCO Festival juga akan diikuti oleh beberapa pelaku usaha dari luar Indonesia. "Keseluruhan total peserta yang akan mengikuti SMESCO Festival ada 650 booth, dan 10 booth di antaranya dari negara luar ASEAN," kata dia.

    SMESCO Festival akan berlangsung dari 1-4 Oktober 2015 dan akan diselenggarakan di Jakarta Convention Center. "Kalau tahun lalu kami selenggarakan di gedung SMESCO, namun untuk tahun ini karena jumlah pesertanya banyak jadi kami selenggarakan di Jakarta Convention Center," ujar Emilia.

    ABDUL AZIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Revisi UU ITE Setelah Memakan Sejumlah Korban

    Presiden Jokowi membuka ruang untuk revisi Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik, disebut UU ITE. Aturan itu kerap memicu kontroversi.