Nelayan Alih Profesi, Menteri Susi: Jadi Nelayan Tak Menarik

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Nelayan mencari ikan nike (ikan khas Gorontalo) saat Festival Duwo di Gorontalo, 8 September 2015. 26 kapal perang TNI AL, tujuh kapal perang negara sahabat, dan 11 kapal instansi masyarakat setempat akan ambil bagian dalam Sail Tomini. ANTARA/Yusran Uccang

    Nelayan mencari ikan nike (ikan khas Gorontalo) saat Festival Duwo di Gorontalo, 8 September 2015. 26 kapal perang TNI AL, tujuh kapal perang negara sahabat, dan 11 kapal instansi masyarakat setempat akan ambil bagian dalam Sail Tomini. ANTARA/Yusran Uccang

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengaku kaget ketika mengetahui data Biro Pusat Statistik (BPS) mengenai jumlah orang yang berprofesi nelayan menunjukkan penurunan selama jangka waktu satu dekade.

    "Rumah tangga nelayan pada periode 2003-2013 turun dari 1,6 juta ke 800 ribu, berarti separuhnya hilang," katanya dalam Rapat Koordinasi Nasional Tahun 2015 Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bertajuk "Laut Masa Depan Bangsa" di Jakarta, Kamis, 10 September 2015.

    Menurut Susi, fenomena tersebut, antara lain, karena mata pencarian nelayan di tengah masyarakat dinilai sudah tidak menarik lagi karena banyak nelayan yang telah beralih profesi.

    Sebelumnya, Ketua Umum Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) M. Riza Damanik mengatakan ada dua tantangan besar yang mesti dihadapi Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) guna mensejahterakan nelayan tradisional.

    "Ada dua tantangan terdekat yang tengah dihadapi KKP dalam upaya merealisasi janji menyejahterakan nelayan Indonesia," katanya di Jakarta, Senin, 31 Agustus 2015.

    Riza memaparkan, tantangan pertama adalah memperbaiki serapan anggaran yang begitu rendah saat ini, yaitu sekitar 20 persen dari total anggaran.

    Untuk itu, ujar dia, KKP perlu bergegas dan memperbaiki serapannya agar program-program kerakyatan dapat berjalan dan tepat sasaran, semisal program aksi untuk memulihkan ekonomi nelayan yang selama ini terpuruk.

    Sedangkan tantangan kedua adalah meningkatkan daya saing produk perikanan di tengah berkembangnya inovasi produk dan pasar perikanan di negara-negara tetangga, seperti Thailand, Filipina, Vietnam, bahkan Malaysia.

    ANTARA

    Baca juga:

    Krisdayanti Pamer Foto Berdua Aurel, Ini Ceritanya
    Saingi Susi, Buwas: Kapal dan Orangnya Kami Tenggelamkan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?