Organda DIY Keluhkan Naiknya Suku Cadang Hingga 40%

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • motorbeam.com

    motorbeam.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Organisasi Angkutan Darat Daerah Istimewa Yogyakarta mengeluhkan tingginya harga suku cadang kendaraan seiring dengan melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

    "Harga suku cadang kendaraan rata-rata melonjak antara 30-40 persen, sejak dolar AS menguat," kata Ketua Dewan Pimpinan Daerah  Organisasi Angkutan Darat (DPD Organda) DIY, Agus Adrianto di Yogyakarta, Jumat (28 Agustus 2015).

    Menurut dia, terus melemahannya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat  membuat beban operasional dengan penerimaan yang diperoleh perusahaan angkutan darat di DIY semakin timpang.

    "Seperti suku cadang 'shockbreaker' serta 'cylinder head' itu kan masih diperoleh dari impor," kata dia.

    Apalagi, ia mengatakan, sejak awal Agustus 2015 okupansi rata-rata pengusaha angkutan darat juga mengalami penurunan. Okupansi angkutan antarkota antarprovinsi (AKAP) saat ini, menurut dia, mencapai 40-50 persen, sementara untuk angkatan antarkota dalam provinsi (AKDP) hanya mencapai 30-40 persen per hari.

    "Jadi Pascalebaran kemarin memang kondisi okupansi penumpang sedang menurun," kata dia.

    Menghadapi kondisi tersebut, menurut Agus tidak lantas disikapi dengan menaikkan tarif angkutan, melainkan akan dihadapi dengan melakukan berbagai upaya efisiensi.

    "Menaikkan tarif tentu bukan solusi, sebab bisa jadi dengan kebijakan itu peminat angkutan umum justru akan semakin merosot," kata dia.

    Adapun berbagai langkah efisensi yang akan ditempuh, menurut dia, di antaranya dengan mengurangi mengurangi jumlah armada yang dioperasikan di lapangan dengan memilah jam-jam tertentu yang dinilai memiliki potensi ekonomi lebih besar.

    "Kendaraan di jalan kami kurangi. Misalnya satu perusahaan memiliki 100 armada, maka yang dioperasikan cukup 60 unit," kata dia.

    Kendati demikian, Agus mengatakan, dalam waktu dekat Organda DIY juga tetap akan melakukan koordinasi dengan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) DIY guna menyikapi persoalan okupansi serta mahalnya suku cadang kendaraan.

    "Akan segera kami lakukan koordinasi dengan Dishubkominfo DIY untuk mencari solusi jalan tengah persoalan yang dihadapi pengusaha kendaraan," kata dia.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.