RI Bakal Jadi Pasar Konstruksi Terbesar di Dunia

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja menyelesaikan pembangunan gedung di Jakarta, Rabu (21/1). Melambatnya pertumbuhan sektor riil diperkirakan berpengaruh terhadap bisnis konstruksi yaitu penurunan sebesar 20 persen dari proyek swasta yang melibatkan pihak jasa konstruksi secar

    Pekerja menyelesaikan pembangunan gedung di Jakarta, Rabu (21/1). Melambatnya pertumbuhan sektor riil diperkirakan berpengaruh terhadap bisnis konstruksi yaitu penurunan sebesar 20 persen dari proyek swasta yang melibatkan pihak jasa konstruksi secar

    TEMPO.CO, Jakarta - Selama beberapa dekade mendatang, peningkatan biaya investasi pemerintah dan swasta akan menjadikan Indonesia salah satu pasar konstruksi terbesar di dunia. Hal ini menuntut persiapan bagi badan usaha, tenaga kerja, dan teknologi konstruksi.

    Di Asean, Indonesia tercatat sebagai pasar jasa konstruksi terbesar dengan nilai US$267 miliar. Untuk cakupan wilayah Asia, Indonesia termasuk dalam peringkat keempat di bawah China (US$1,78 triliun), Jepang (US$742 miliar), India (US$427 miliar).

    Salah satu tantangan terbesar Indonesia dalam waktu dekat adalah mengintegrasikan Indonesia dalam menghadapi liberalisasi perdagangan  barang dan jasa, termasuk di antaranya MEA 2015.

    Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Yusid Toyib mengatakan pemerintah akan menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi tantangan yang akan dihadapi.

    Yusid mengatakan pasar kompetitif baru yang akan memberikan dampak signifikan terhadap kondisi jasa konstruksi nasional.

    Dari sisi badan usaha jasa konstruksi (BUJK)  dan tenaga kerja, pemerintah akan memperkuat para penyedia jasa konstruksi nasional sehingga mereka dapat bersaing dengan negara lain.

    Daya saing tersebut mencakup baik dari sisi manajerial maupun kapabilitas dengan mendorong badan usaha untuk menjadi spesialis. Selain itu pemerintah pun terus mendorong sertifikasi tenaga kerja konstruksi di Indonesia.

    “Dari sisi teknologi konstruksi, Indonesia saat ini harus mengadopsi dan mempelajari teknik teknologi baru di semua jenis konstruksi bangunan termasuk penggunaan material dan peralatan,” katanya dalam keterangan resmi,  yang diterima Jumat (21 Agustus 2015).

    Sementara itu, pada 4-5 November 2015 mendatang akan diselenggarakan event Konstruksi Indonesia 2015 (KI 2015).

    Yusid mengatakan event ini merupakan ajang strategis bagi para pemangku kepentingan untuk mengapresiasi dunia jasa konstruksi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia.

    Ajang ini sudah berjalan sejak tahun 2003, dan pada tahun 2015 ini Konstruksi Indonesia hadir dengan berbagai kegiatan bidang lomba dan pemberian penghargaan kepada para masyarakat jasa konstruksi di Indonesia.

    Di antaranya yakni lomba dan Sarasehan Pekerja Konstruksi 2015, Kompetisi Foto Konstruksi Indonesia 2015, Lomba Jurnalistik/ Karya Tulis Media Cetak 2015, Penghargaan Karya Konstruksi 2015, Penghargaan Kinerja Proyek Konstruksi 2015, Pameran Konstruksi Indonesia 2015, serta Seminar Konstruksi Indonesia 2015.

    Yusid mengatakan Kementerian PUPR serta Balai-Balai di seluruh Indonesia bersama dengan kontraktor BUMN berkesempatan untuk memamerkan proyek-proyek prioritas dari seluruh nusantara.

    Tujuannya adalah untuk mengembangkan hubungan dengan para pemangku kepentingan dan membentuk lini bisnis baru dalam rangka memberikan dukungan pada industri konstruksi khususnya pada pelaksanaan proyek-proyek infrastruktur.

    Event ini akan dilaksanakan bersamaan dengan agenda Indonesia Infrastruktur Week 2015 (IIW’15) pada 4 – 6 November  2015.

    Event ini merupakan media yang sangat penting dan baik bagi industri jasa konstruksi untuk berbagi solusi terbaik, mempelajari tentang teknologi baru, mempererat kerjasama serta mengembangkan bisnis baru.

    Selain itu, forum ini secara aktif mendorong komunitas konstruksi penyedia jasa dan teknologi nasional maupun internasional berpartisipasi dalam salah satu forum yang dapat menentukan kelanjutan pembangunan Indonesia.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.