Pengusaha Daerah Minta Pasokan Daging Sapi Lokal Ditambah  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi daging sapi. TEMPO/Tony Hartawan

    Ilustrasi daging sapi. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.COMakassar - Sejumlah pengusaha rumah makan di Makassar meminta pemerintah Makassar mendorong peningkatan pasokan daging sapi dari berbagai daerah.

    "Sekarang memang belum terasa stok daging sapi berkurang di pasaran Makassar, harga juga masih stabil," kata Erik Horas, pemilik Rumah Makan Dinar, saat ditemui, Selasa, 11 Agustus 2015.

    Erik mengatakan pengusaha rumah makan saat ini belum menaikkan harga beberapa macam menu, terutama yang berbahan dasar daging sapi. "Saya cek ke pasar, harga daging sapi masih stabil," ujar Erik.

    Menurut Erik, pengusaha mengkhawatirkan, sepekan atau dua pekan ke depan, pasokan daging sapi di Makassar berkurang. "Apalagi jika ada pedagang yang memanfaatkan isu kelangkaan daging sapi, akan memicu kenaikan harga dan kurangnya pasokan." Erik mengatakan pemerintah Makassar harus menjaga dan mendorong pemasok agar meningkatkan pasokannya.

    Adapun pemilik usaha Catering Aksan Jaya, Anwar Musaddat, mengatakan belum menaikkan harga menu pada usaha katering miliknya. "Tapi, saya khawatir, jangan sampai isu kelangkaan daging sapi ini dimanfaatkan oknum pemasok dan pedagang sapi antardaerah," ujar Anwar.

    Anwar mengatakan katering miliknya menyajikan aneka menu untuk berbagai acara resepsi, salah satunya menu yang berbahan dasar daging sapi. "Daging yang saya gunakan daging sapi lokal karena lebih segar," ucap Anwar.

    Menurut Anwar, pelanggan usaha katering dia umumnya meminta menu berbahan daging sapi lokal. "Kalau daging sapi lokal merupakan daging segar karena setelah sapi dipotong langsung didistribusikan ke pasar tradisional, tidak tunggu berhari-hari," kata Anwar. Berbeda dengan daging sapi impor, kata Anwar, konsumen khawatir daging tersebut telah berhari-hari dipotong di negara asalnya kemudian baru dibawa ke Makassar.

    Daeng Empo, salah seorang pemasok sapi potong ke Makassar, mengatakan rata-rata dia memotong sapi sebanyak tujuh ekor sehari. "Sapi yang saya pasok ke pasar tradisional di Makassar berasal dari beberapa kabupaten di Sulawesi Selatan," ujar Daeng Empo.

    Daeng Empo mengatakan pedagang sapi saat ini belum menaikkan harga daging yang didistribusikan ke pasar-pasar tradisional Makassar. "Kecuali terjadi kelangkaan pasokan nantinya, harga bisa saja naik," tutur Daeng Empo.

    INDRA O.Y.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.