Hadapi MEA, Pemerintah Dorong Penggunaan Produk Lokal

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perindustrian Saleh Husin di halaman Istana Merdeka, Jakarta, 26 Oktober 2014. TEMPO/Subekti

    Menteri Perindustrian Saleh Husin di halaman Istana Merdeka, Jakarta, 26 Oktober 2014. TEMPO/Subekti

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah terus mendorong peningkatan penggunaan produk dalam negeri (P3DN), di tengah persaingan dunia yang makin ketat salah satunya yaitu pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN pada akhir 2015.

    "Saya mengharapkan partisipasi aktif dari seluruh instansi pemerintah untuk terus menjalankan kebijakan P3DN dalam rangka mendukung pengembangan industri dan mengoptimalkan pemanfaatan pasar di dalam negeri," kata Menteri Perindustrian Saleh Husin, saat membuka Pameran Produksi Indonesia (PPI) 2015 di Surabaya, Kamis (6 Agustus 2015).

    Menurut Menperin, P3DN merupakan kunci sukses untuk meningkatkan daya saing dan produktivitas industri dalam negeri.

    P3DN merupakan program nasional yang telah diamanatkan dalam Instruksi Presiden No 2 Tahun 2009 tentang Penggunaan Produk Dalam Negeri dalam Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.

    Pelaksanaan program P3DN juga diperkuat melalui Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian dan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 4 Tahun 2015.

    “Dalam ketentuan tersebut, ditegaskan bahwa produk dalam negeri wajib digunakan dalam pengadaan barang/jasa oleh seluruh instansi pemerintah baik pusat maupun daerah yang sumber pembiayaannya menggunakan APBN dan APBD,” kata Menperin.

    Ia pun mengharapkan seluruh instansi pemerintah berpartisipasi aktif menjalankan kebijakan P3DN untuk mendukung pengembangan industri dalam negeri dan mengoptimalkan pemanfaatan pasar di Indonesia.

    “Bagi para pelaku usaha industri, saya mendorong untuk terus meningkatkan kemampuan dan kapasitas produksi, sehingga mampu menghasilkan barang dan jasa yang bernilai tambah dan berdaya saing tinggi, serta dapat memenuhi kebutuhan pasar domestik dan ekspor,” katanya.

    Sementara itu, Menperin didampingi Gubernur Jawa Timur Soekarwo, membuka PPI 2015 yang diikuti 150 perusahaan. Sebanyak 35 persen peserta pameran berasal dari Jawa Timur.

    Dengan mengangkat tema "Bangga Menggunakan Produk Indonesia", PPI menampilkan berbagai produk unggulan buatan dalam negeri, mulai dari kerajinan dan perhiasan hingga alat transportasi serta produk elektronika dan telematika. PPI digelar 6-9 Agustus 2015.

    ANTARA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.