Asosiasi Ibu Menyusui Ajukan Cuti Bersalin 6 Bulan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wikipedia.org

    Wikipedia.org

    TEMPO.CO, Jakarta - Melalui kegiatan Pekan ASI Sedunia (PAS) yang diadakan setiap tanggal 1-7 Agustus nanti Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) berencana melayangkan petisi pada pemerintah tentang hak cuti bagi karyawati yang bekerja di semua sektor selama enam bulan.

    Hal ini juga sesuai dengan Undang-Undang Nomor 39/1999, Pasal 49 ayat (2) menyebutkan bahwa wanita berhak untuk mendapatkan perlindungan khusus dalam pelaksanaan pekerjaan atau profesinya terhadap hal-hal yang dapat mengancam keselamatan dan atau kesehatannya berkenaan dengan fungsi reproduksi wanita. 

    Ketua AIMI Pusat Mia Sutanto mengatakan dalam penjelasan pasal tersebut perlindungan khusus terhadap fungsi reproduksi mencakup pelayanan kesehatan yang berkaitan dengan haid, hamil, melahirkan, dan pemberian kesempatan untuk menyusui anak.

    Kemudian, masa enam bulan adalah periode ASI eksklusif yang sebaiknya dipenuhi oleh ibu dengan pendampingan yang penuh pada tahap perkembangan bayi.

    “Selama menyusui ada hormon prolaktin dan oksitosin yang mempengaruhi kualitas ASI. Jika pada masa emas, enam bulan pertama ibu tidak bekerja dan fokus pada perkembangan bayi, kualitas masa depan juga akan meningkat,” kata Mia, Kamis, 30 Juli 2015.

    Data Riset Kesehatan Dasar (Riskerdas) 2013 menunjukkan angka yang cukup baik bahwa pemberian ASI eksklusif pada usia bayi 0-1 bulan mencapai angka 52,7 persen tetapi seiring dengan bertambahnya usia bayi, angka ASI eksklusif pun menjadi menurun hingga pada usia 6 bulan, angka ASI eksklusif menjadi 30,2 persen saja.

    Dapat disimpulkan bahwa seiring bertambahnya umur bayi, semakin bertambah juga gangguan dari berbagai faktor yang mengakibatkan ibu tidak lagi menyusui secara eksklusif. 

    Bagi wanita bekerja, gangguan tersebut dapat saja disebabkan dari kewajiban ibu untuk kembali bekerja sehingga tantangan untuk sukses memberikan ASI eksklusif dan juga menyusui hingga usia anak dua tahun menjadi lebih berat.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.