Penjualan Smartphone Huawei Tetap Kinclong Meski Ekonom Cina Melambat

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tablet Huawei Ascend Mate7. TEMPO/Erwin Zachri

    Tablet Huawei Ascend Mate7. TEMPO/Erwin Zachri

    TEMPO.CO , Jakarta: Produsen peralatan telekomunikasi terbesar di Cina, Huawei Technologies Co membukukan kenaikan penjualan ponsel pintar (smartphone) pada paruh pertama 2015 sebesar 39 persen secara global. Peningkatan itu terjadi justru di tengah perekonomian Cina yang melambat.

    Kinclongnya penjualan smartphone Huawei itu tak lepas dari tingginya permintaan perangkat high end. Pada periode yang sama, Huawei yang menjadi produsen smartphone terbesar keempat dunia itu mencatat pertumbuhan pendapatan sebesar 30 persen.

    Sepanjang enam bulan pertama 2015, Huawei telah menjual 48,2 juta unit smartphone. Sementara pengiriman perangkat mid dan high end  melonjak 70 persen pada periode yang sama.

    Pada awal pekan lalu, Huawei mengatakan penjualan semester pertama naik 30 persen menjadi 175,9 miliar yuan (US$ 28,3 miliar).

    Huawei harus bersaing ketat dengan Apple dan Xiaomi yang juga merupakan pemain lokal untuk merebut tempat teratas di pasar Cina. Negeri Tirai Bambu ini menjadi pasar smartphone terbesar dunia. Secara global, posisi Huawei masih berada di bawah Apple, Samsung Electronics Co dan Lenovo Group Ltd.

    Berdasarkan hasil riset lembaga riset IDC, penjualan smartphone di Cina pada triwulan pertama 2015 menyusut untuk pertama kalinya dalam enam tahun terakhir. IDC memproyeksikan pengiriman tahunan tumbuh melambat menjadi hanya 4,4 persen mulai 2014 hingga 2019. Dalam lima tahun terakhir, pasar smartphone tumbuh rata-rata 88,8 persen.

    BBC NEWS|SETIAWAN ADIWIJAYA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Protokol PSBB Masa Transisi di DKI Jakarta, Ada Rem Darurat

    Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan PSBB Masa Transisi mulai 5 Juni 2020. Sejumlah protokol harus dipatuhi untuk menghindari Rem Darurat.