Kemenhub Tertibkan Usaha Bongkar Muat, Siap Tuai Protes  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktifitas bongkar muat peti kemas di terminal peti kemas Jakarta International Container Terminal (JICT), Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, 17 Maret 2015. Total ekspor bulan Februari 2015, sebesar USD 12,3 miliar atau turun 16,0 persen (YoY), sedangkan total impor sebesar USD 11,6 miliar atau turun 16,2 persen (YoY). Tempo/Tony Hartawan

    Aktifitas bongkar muat peti kemas di terminal peti kemas Jakarta International Container Terminal (JICT), Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, 17 Maret 2015. Total ekspor bulan Februari 2015, sebesar USD 12,3 miliar atau turun 16,0 persen (YoY), sedangkan total impor sebesar USD 11,6 miliar atau turun 16,2 persen (YoY). Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Dirjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan Bobby R. Mamahit melalui surat kawat (telegram) menginstruksikan seluruh dinas perhubungan komunikasi dan informasi provinsi menertibkan usaha bongkar muat.

    Dinas provinsi juga diminta mengevaluasi dan melaporkan izin usaha dan kegiatan usaha bongkar muat.

    Dalam surat kawat No 34/PHBL/15 tanggal 14 Juli 2015, Bobby juga menginstruksikan untuk menghentikan semua kegiatan bongkar muat perusahaan yang tidak memenuhi persyaratan usaha bongkar muat sesuai Peraturan Menteri Perhubungan No. 60/2014.

    "Karena banyak kegiatan bongkar muat yang dilakukan oleh sekelompok usaha yang tidak berizin, atau dilakukan oleh perusahaan bongkar muat yang izinnya sudah habis masa berlakunya," jelas Bobby dalam siaran pers, Rabu (15 Juli 2015).

    Bobby memperkirakan akan ada aksi protes dari pihak yang merasa dirugikan. Dia menegaskan penertiban harus dilakukan.

    Untuk itu, dalam melakukan penertiban kegiatan usaha bongkar muat ini, dia meminta dishub provinsi berkoordinasi dengan otoritas pelabuhan, Kepala KSOP, atau Kepala UPT di pelabuhan.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemprov DKI Putuskan Kalender Pendidikan Mulai 13 Juli 2020

    Pemprov DKI Jakarta menetapkan kalender pendidikan 2020/2021 dimulai 13 Juli 2020 dan selesai di Juni 2021. Pada Juli 2021, masuk kalender berikutnya.