Wakili 60% Lalu Lintas Udara, Bandara Soeta Jadi Patokan  

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perhubungan, Ignatius Jonan. ANTARA/Andika Wahyu

    Menteri Perhubungan, Ignatius Jonan. ANTARA/Andika Wahyu

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengatakan Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, menjadi patokan pelayanan penerbangan, sehingga harus meningkatkan kualitas pelayanan, khususnya di masa libur Lebaran 2015.

    “Bandara Internasional Soekarno-Hatta mewakili sekitar 60% lalu lintas angkutan udara di Indonesia, sehingga bandara ini menjadi patokan. Kalau bandara ini baik saat angkutan Lebaran, maka secara keseluruhan koordinasi di bandara-bandara lainnya juga baik,” ujarnya, Jumat, 3 Juli 2015.

    Dia mengaku telah melakukan peninjauan di bandara itu dan mengharapkan PT Angkasa Pura (AP) II selaku pengelola bisa memberikan pelayanan yang maksimal.

    Direktur Utama PT Angkasa Pura II (Persero) Budi Karya Sumadi mengatakan, “Melalui Upacara Siaga Angkutan Lebaran ini diharapkan seluruh pemangku kepentingan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta dapat memiliki visi yang sama dalam melayani pemudik dengan sebaik-baiknya dan menjaga agar operasional bandara dapat tetap berjalan dengan lancar.”

    “Kami berterima kasih atas kerja sama dan dukungan dari seluruh instansi di lingkungan bandara dalam mengupayakan pelayanan terbaik kepada para penumpang pesawat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, khususnya selama periode angkutan Lebaran ini,” ujar Budi Karya Sumadi.

    Adapun pergerakan penumpang pesawat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada H-7 hingga H+7 tahun ini diperkirakan mencapai 2,718 juta orang atau meningkat sekitar 2% dibandingkan dengan realisasi pada periode sama tahun lalu yang sebanyak 2,663 juta orang.

    Arus mudik tersibuk diperkirakan terjadi pada H-2 dengan pergerakan penumpang sebanyak 193.754 orang, sementara itu arus balik tersibuk pada H+5 sebanyak 197.701 orang.

    Guna menjamin kenyamanan penumpang pesawat, PT Angkasa Pura II (Persero) membuka tiga posko Angkutan Lebaran, yaitu Posko Utama di Terminal 1, lalu posko di Terminal 1B Keberangkatan, dan Terminal 2F.

    Personel yang terlibat di posko tersebut adalah petugas Data Statistik Bandara sebanyak 25 orang, lalu Terminal Operation Services sebanyak 30 orang, Pramuka Siaga Umum sebanyak 87 orang, Sentra Operasi Terminal sebanyak 22 orang, kemudian petugas informasi sebanyak 63 orang dan dari aviation security atau avsec sebanyak 306 orang.

    Di samping itu, PT Angkasa Pura II (Persero) juga menempatkan sebanyak 36 orang petugas customer service mobile di setiap terminal guna melayani dan membantu pemudik apabila menemui kesulitan selama di bandara.

    “Petugas customer service mobile ini berkeliling di seluruh terminal untuk memberikan bantuan secara cepat atas keluhan, pertanyaan, atau kesulitan yang dialami pemudik selama di bandara,” tutur Budi Karya Sumadi.

    BISNIS.COM


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Drone Pemantau Kerumunan dari Udara selama Wabah Covid-19

    Tim mahasiswa Universitas Indonesia merancang wahana nirawak untuk mengawasi dan mencegah kerumunan orang selama pandemi Covid-19.